• Pembantu Mesum Main HP Sambil Bugil

    Pembantu Mesum Main HP Sambil Bugil


    1146 views

    Pembantu Mesum Main HP Sambil Bugil

    Seandainya punya pembantu seperti ini dirumah pasti enak banget, semua hal dilayanin sama doi, termasuk urusan selangkangan. Jika lagi sange tinggal minta saja sama dia pasti langsung dipuaskan

    Pembantu Cantik Main HP Sambil Bugil Pembantu Cantik Main HP Sambil Bugil Pembantu Cantik Main HP Sambil Bugil

  • Berawal dari Chatting dengan Seorang Janda – Cerita Sex

    Berawal dari Chatting dengan Seorang Janda – Cerita Sex


    30 views

    Berawal dari Chatting dengan Seorang Janda Kamis, Maret 17th, 2016 – Cerita Ngentot

    Cerita Sex Terbaru – Berawal dari Chatting dengan Seorang Janda, Pengalamanku ngeseks yang berawal dari chating sampai ngentot dengan seorang janda cantik. selamat membaca.

    Berawal dari Chatting dengan Seorang Janda

    Mbak Laras adalah seorang janda 1 anak, usianya waktu itu 29th,ukuran branya 36b,berkulit kuning langsat,bodynya sexy. Mbak Laras asli dari jakarta , dia kerja dimalang dimall. Awal perkenalan aku dengan Mbak Laras ini ketika waktu chatting di internet IRC, waktu itu aku semester 4 kuliah ambil jurusan produksi ternak, singkat cerita sebelum mengenal Mbak Laras aku menjelajahi situs-situs porno dan ceritamesum.mobi yaitu cerita nyata tentang kehidupan sex orang2 dewasa,sehingga menjadi situs favoritku,

    suatu hari tepatnya tanggal 27 januari 2007 awal perkenalan aku dengan Mbak Laras kami berdua asik berchating ria sampai malem, dari situ kita saling tukar no.hp terus mengadakan pertemuan online didunia maya, sampai akhirnya terjadi ketertarikan diantara kita berdua untuk langsung kopy darat ketemuan dihotel ALOHA didaerah tugu malang deket stasiun, kami janjian ketemu jam 8 malem, kita ketemu langsung ngobrol sampai jam 9 malem tapi tak terjadi persetubuhan, kita Cuma merayakan pertemuan dan kenala lebih dekat, jam menunjukan pukul 11 malem aku pamitan untuk minta ijin pulang kekostan, dia tetep menginap dihotel,

    akhirnya hari yang aku tunggu2 datang juga, Mbak Laras bertanya ke aku wan…kapan kamu ulang tahun? aku jawab tanggal 7 februari mbak, dan aku balik tanya kepada Mbak Laras??? emangnya kenapa tanya ultahku!!! dengan rasa penasaran aku bertanya terus – menerus, dia menjawab aku mau kasih hadiah special dihari ultahmu ke-22 nanti , kira2 kamu mau hadiah apa wan…..??? aku jawab dengan perasaan takut bercampur gemeteran aku ngomong ajarin aku “ML MBAK”mau ngak? dengan entengnya dia menjawab oke sayang………tunggu ya tanggal mainnya.

    Akhirnya hari2 yang kutunggu2 tiba aku langsung cari tempat hotel yang nyaman, sepi dan akhirnya jatuh pada pilihan “Hotel Megawati”. dihotel tersebuat kami berdua melakukan persetubuhan layaknya suami istri yang dimabuk cinta yang lama tak bertemu, tepatnya dikamar no.33.waktu dah menunjukan pukul 8 malem, didalam kamar kita berdua ngobrol sebentar sambil nonton film kartun “TOM dan JERRY” tak terasa kami berdua akhirnya saling berciuman bercumbu, meraba2 dan meremas2 sambil bergulingan dikasur….Mbak Laras kemudian melepas pelukan dan ciuman aku, dia lalu pergi kekamar mandi untuk mencuci vaginanya dengan pembersih dari daun sirih biar baunya harum, akhirnya permainan kami lanjutkan setelah Mbak Laras membersihkan vaginanya dia sudah dalam keadaan bugil , begitu juga aku dalam keadaan yang sama bugil dengan penis panjang 14cm, besar diameternya 12cm, penisku tegak keras seperti tiang listrik,

    Mbak Laras tersenyum melihat penisku yang begitu mengoda dia langsung menjilatin satu persatu 2 biji pelitku dari ujung sampai kepangkal, aku sontak langsung merasakan kenikmatan yang dasyat yang belum pernah aku rasakan, penisku diemut2, jilatain terasa es krim conello,aku tak kalah dengan permainannya, aku juga melakukan menjilati 2 gunung kembarnya yang montok rasanya seperti makan permen blaster liarnya rasanya strobery dan pentilnya rasa coklat. tangan kanan aku meremas2 susunya dan tangan kiriku meraba2 dan memasukan jari manisku ke gua vaginanya yang udah basah dengan carian kewanitaannya. kami berdua sudah dalam larut kenikmatan dunia, tak memikirkan perasaan takut kalo2 petugas hotel mendengar riantihan demi rintihan kenikmatan yang kita lakukan.

    Mbak Laras mendesah “wan… terus…wan….terus”aku tambah bergairah untuk lebih giat mengerjainya dan semangatku semakin membara memainkan kedua susunya, terus aku mulai bergantian dengan permainan tangan kiri, sementara mulut aku pindah kevaginanya sambil menjilatin bibir vagina yang sudah becek, basah dengan air orgasmenya. lidahku memainkan masuk mundur kedalam liang surgawi, aku putar – putar itilnya dan menyedotnya, Mbak Laras semakin lama semakin mengeliat seperti cacing kepanasan, dia sambil mengoyangkan pantatnya maju mundur berirama, sesekali aku melihat matanya merem melek merasakan kenikmatan yang aku berikan sampai pada suatu titik tubuhnya mengejang keras kepalaku ditekan terjepit disela2 kedua pahanya, sehingga aku tidak bisa bernafas 15 detik, akhirnya Mbak Laras berterik keras wan…. mbak udah sampai….keluar nih….. aduh nikmat sekali sayang… kamu hebat ternyata, walaupun kamu belum pernah melakukan “ML” sama cewek manapun , kamu cepet belajarnya.

    Aku tersenyum pada Mbak Laras. kini giliran aku mulai dituntun pelan2 tapi pasti penisku dibantu masukan kedalam vaginanya, rasanya ngak bisa diungkapkan dengan kata2 ketika penisku sudah dilahap habis vegina Mbak Laras, rasanya penisku ada yang menekan2 sambil aku mulai gerakan maju mundur pelan2 sampai dengan kecepatan keras Mbak Laras mendesah2….oh…..yes….wan terus rasanya ngak ketulungan, nikmat banget penismu sudah 5th aku ngak merasakan kenikmatan seperti ini setelah ditinggal suamiku pergi keaustralia dengan selingkuhannya, penismu bener2 nikmat udah gedhe enak lagi, kalo penis mantan suamiku kecil pendek dan ngak bisa aku merasakan nikmatnya orgasme…… wan…. ya …mbak terus….aku pun tak kalah merasakan remasan vaginanya sampai 1jam lewat pertahanan aku jebol….., keperjakaan yang aku pertahankan akhirnya dinikmati Mbak Laras. mbak aku udah ngak tahan…mau keluar spermaku …nih….terus….wan mbak juga…kita sama2 yuk!!!….. oh….yes…..yes…..mbakkkkkkkkkkkkkkkk…..oh my good…….nikamat…….ku keluar klimaks bersamaan itu Mbak Laras nyusul …..orgasme yang ketiga kalinya……,kami berdua istirahat sejenak 3 menit sambil berpekukan bercumbu mesra, untuk memulihkan stamina.

    Akhirnya kita berduapun menlajutkan permainan setelah stamina pulih dikamar mandi dengan gaya duduk diatas WC dan gaya anjing kencing yaitu kaki Mbak Laras diangkat satu keatas…., dan gaya 69 dibak mandi …….kami berdua mencapai orgasme berkali2 dan sampai permaianan ini berakhir jam 11 malem. Kemudian kita trus.. mandi berdua, setelah itu kita berpakaian, kemudian aku mengantar pulang Mbak Laras sampai didepan pintu hotel, sedangkan aku tetep menginap dihotel karena tempat kostku jauh banget…sedangkan Mbak Laras pulang karena besoknya kerja, permaian sex ini kami berdua lakukan 1 minggu 3 kali, aku menjalin hubungan temen mesra selama 6 bulan saja. Mbak Laras dipindah tugaskan kekaltim dan sampai sekarang hubungan komunikasi kita putus… karena no.hp Mbak Laras dah diganti jadi aku kehilangan jejak keberadaan dia. Sampai matipun aku mengharapkan dan berdoa semoga kita berdua diberikan umur panjang ketamu dan melanjutkan permainan terlarang ini. itulah sekelumit cerita nyata pengalaman aku dengan Mbak Laras. I LOVE U TO 4REVER MBAK LARAS.

    TAMAT

    lihat juga sebelumnya ada kisah seks bergambar Menikmati Service Janda Desa Montok

    Bagikan Ke: Google +

    Berawal dari Chatting dengan Seorang Janda

    by: | Rating: 5

    Related Posts

  • Foto Pantat Montok Cewek Arab

    Foto Pantat Montok Cewek Arab


    2572 views

    Foto ModelFoto Pantat Montok Cewek Arab Foto Pantat Montok Cewek Arab  April 20, 2016 Foto Pantat Montok Cewek Arabby DuniaSeksonWednesday, April 20th, 2016.Foto Pantat Montok Cewek Arabmedialendir.com – Foto Pantat Montok Cewek Arab, gadis arab semok dan menggoda, foto pantat arab, foto pantat cewek arab, foto pantat abg arab, kumpulan foto montok gadis arab, poto tante arab bohay 2016, wanita arab pamer bokong, koleksi bokong cewek arab, foto ngentot cewek arab bokong semok, memek semok cewe arab. Foto Pantat Hot Cewek Arab Seksi Menggila, […]

    medialendir.com – Foto Pantat Montok Cewek Arab, gadis arab semok dan menggoda, foto pantat arab, foto pantat cewek arab, foto pantat abg arab, kumpulan foto montok gadis arab, poto tante arab bohay 2016, wanita arab pamer bokong, koleksi bokong cewek arab, foto ngentot cewek arab bokong semok, memek semok cewe arab. Foto Pantat Hot Cewek Arab Seksi Menggila, Kumpulan foto hot cewek arab yang sangat seksi membuat kontol semakin tegang. Foto cewek arab dengan pantat semok dan memeknya yang sangat tembem pastinya bulu memeknya tidak berbulu lebat. Hal ini biasa terjadi supaya gampang memasukkan kontol kedalam memeknya.

    Pantat-montok-cewek-arab Pantat-montok-cewek-arab-1 Pantat-montok-cewek-arab-2 Pantat-montok-cewek-arab-3

    Incoming search terms:

     

    Foto Bugil Gebby Vesta Tanpa Sensor

    Foto Bugil Gebby Vesta Tanpa Sensor

    Foto Toket Mancung SMP Lagi Eksis Sambil Telanjang

    Foto Toket Mancung SMP Lagi Eksis Sambil Telanjang

    Foto Abg SMU Doyan Nyepong Kontol Pacar

    Foto Abg SMU Doyan Nyepong Kontol Pacar

    Foto Ngentot Memek Cewek Jepang Yang Berbulu Sangat Lebat

    Foto Ngentot Memek Cewek Jepang Yang Berbulu Sangat Lebat

    Foto Tante Girang Bugil Pamer Memek Dan Toket Yang sangat Montok

    Foto Tante Girang Bugil Pamer Memek Dan Toket Yang sangat Montok

    Aksi Cewek Jilbab Telanjang Pamer Body Montok Seksi

    Aksi Cewek Jilbab Telanjang Pamer Body Montok Seksi

    Foto Artis Bokep Jepang Yang Pamer Memek Berbulu Lebat Tebal

    Foto Artis Bokep Jepang Yang Pamer Memek Berbulu Lebat Tebal

    Foto Hot Cewek Cantik Telanjang Body Montok Mempesona

    Foto Hot Cewek Cantik Telanjang Body Montok Mempesona

    Kumpulan Foto Tante Arab Sedang Asik Ngentot Gaya Nungging

    Kumpulan Foto Tante Arab Sedang Asik Ngentot Gaya Nungging

    Foto Abg Bispak Telanjang Pamer Payudara

    Foto Abg Bispak Telanjang Pamer Payudara

  • Cerita Pemerkosaan Pegawai Bank Cantik – Cerita Sex

    Cerita Pemerkosaan Pegawai Bank Cantik – Cerita Sex


    25 views

    Cerita Pemerkosaan Pegawai Bank Cantik Minggu, September 4th, 2016 – Cerita Pemerkosaan

    Cerita sex terbaru – setelah sebelumnya ada cerita Selingkuh dengan Tetangga Depan Rumah, kini ada kisah seks bergambar Cerita Pemerkosaan Pegawai Bank Cantik. selamat membaca dan menikmati kumpulan sajian khusus dewasa kategori cerita perkosaan seru dan menarik 18 tahun keatas hanya disini.

    Namanya adalah Nurrahmi biasa dipanggil Ami. Wanita berusia 29 tahun itu telah dikarunia seorang anak berusia 3 tahun. Meski telah menjadi seorang istri Ami nampak masih seperti seorang wanita lajang dikarenakan postur tubuhnya yang tetap sintal dan tidak ada tanda-tanda kendor di bagian tubuhnya sebagaimana kebanyakan wanita-wanita yang telah mempunyai anak. Terlebih lagi bibir sensual dan tubuh sekal yang dimilikinya menjadikan daya tarik tersendiri yang membuat banyak laki-laki berangan-angan bagaimana rasanya mencium bibir sexy itu atau mendekap tubuh sintalnya.

    Cerita Pemerkosaan Pegawai Bank Cantik

    Cerita Pemerkosaan Pegawai Bank Cantik

    Suaminya seorang wiraswasta itu sangat beruntung sekali mempunyai istri seperti Ami yang mempunyai perhatian lebih terhadap penampilan. Hal ini memang berkaitan erat dengan pekerjaan Ami sebagai seorang PR di sebuah bank swasta. Semenjak bekerja di bank tersebut Ami mempunyai jalan karir yang cukup cemerlang karena hanya dalam tempo beberapa tahun saja sejak diterima untuk bekerja di bank tersebut dia telah menempati posisi sebagai Senior PR. Sifat supelnya itulah yang menyebabkan dia banyak disukai orang termasuk oleh para customer bank tempat dia bekerja. Posisi sebagai PR senior menyebabkan Ami sering dipindah tugaskan ke cabang-cabang untuk memberikan training kepada para PR junior.

    Hari ini Ami bergegas bangun. Waktu telah menunjukkan pukul 6 pagi. Senin pukul 9 ia punya jadwal bertemu dengan Dirut bank serta beberapa koleganya yang berminat untuk melakukan investasi pada bank tempat Ami bekerja. Ami merasa semua telah siap karena bahan-bahan yang harus dia presentasikan telah dia tata dengan seksama pada hari Minggu kemarin. Dia bangkit dari tempat tidur kemudian segera mengambil handuk mandi. Sebelum masuk ke kamar mandi dia menuju ke meja telepon terlebih dahulu. Setelah memutar nomor yang dia kehendaki lantas terjadilah percakapan.

    “Mas dimana…..?”
    “Masih di kota Banda”….Terdengar suara sesorang menjawab dari speaker telepon.

    Hari itu suami Ami memang berada di kota lain untuk kepentingan bisnis. Sebagai wiraswasta pemula suaminya memang harus bepergian ke sana ke mari dalam rangka membangun bisnisnya,

    “Hari ini aku akan berjumpa investor mas, doain berhasil yach….” Ami berkata.
    “Ok. Semoga sukses sayang. Mas akan pulang 3 hari lagi. Nanti kita ajak anak kita Yasmin jalan-jalan setelah saya pulang…..” timpal suaminya.
    “Ok dech. Aku mandi dulu sampai ketemu ya sayang muaahhhh…..”

    Ami berkata lagi dan setelah pembicaraan singkat dia mematikan speaker telepon dan begegas masuk ke kamar mandi.

    Waktu telah menunjukkan pukul 7 pagi dan Ami telah siap berangkat. Dari rumah menuju kantor membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Seperti biasa faktor macet kota Jakarta adalah kendala utama dalam menempuh perjalanan dalam kota. Ami harus berangkat agak pagian karena harus menitipkan Yasmin anaknya terlebih dahulu kepada mertuanya. Segala keperluan untuk Yasmin telah dia siapkan sehingga dengan nyaman dia dapat meninggalkan anaknya menuju kantor.

    Sampai di kantor sekitar 8:30 Ami segera menemui Dirut bank tersebut untuk berdiskusi pendek mengenai poin-poin penting yang akan dibicarakan dalam pertemuan bisnis nanti. Pak Johan, demikian nama Dirut bank tersebut yang berusia sekitar 45 tahun, mempersilakan Ami masuk ke ruang kerjanya. Semenjak Ami duduk di ruang tamu tempat kerjanya pandangan Pak Johan tidak henti-hentinya menatap kepada Ami. Rupa-rupanya Pak Johan terkesiap dengan kecantikan Ami pada hari itu yang mengenakan official cap bank berwarna merah. Kulitnya yang kuning langsat itu memang sesuai dengan warna seragam yang Ami kenakan. Rok sedikit di atas lutut itu semakin mempertontonkan sebagian paha mulus Ami ketika duduk. Pak Johan sesekali melirik ke arah paha mulus tersebut ketika sedang berbicara.

    “Begini Ami…konsorsium pengusaha dari asia afrika akan datang. Mereka adalah calon investor bank kita. Seperti yang telah kau ketahui bank kita mengalami goncangan karena isu kenaikan dolar. Banyak nasabah yang melakukan rush. Oleh sebab itu, ini adalah kesempatan untuk menstabilkan kondisi bank kita”

    “Baik Pak nanti akan saya paparkan mengenai bank kita serta peluang-peluang yang ada….” Sahut Ami.

    Setelah briefing selama 15 menit Ami keluar dari ruangan Pak Johan. Dalam hati Ami berkata ternyata boss-nya agak mata keranjang juga.

    Tepat pukul 9 tamu dari konsorsium pengusaha asia afrika datang. Mereka ada 4 orang. Dua orang jelas dari afrika karena kulit hitam legamnya sedangkan dua orang lagi dari timur tengah dan India. Mereka diterima langsung oleh pak Johan dan diajak masuk ke dalam ruang meeting. Sekitar 5 menit kemudian Ami datang ke ruangan tersebut dan pak Johan memperkenalkan merakan kepadanya.

    “Well my fellows this is Ami my gorgeous PR of this company”……demikian pak Johan berkata yang langsung di sambut dengan senyum oleh para tamunya.
    “Asamoah…glad to see you” kata seseorang yang berasal dari Afrika.
    “Glad to see you too Mr. Asamoh” jawab Ami.

    Demikian pula 3 orang yang lain masing-masing memperkenalkan diri pada Ami. Mereka adalah Geremi seorang Afrika pula, Jabeer dari Timur Tengah, serta Maher dari India. Asmoah dan Geremi berusia sama yakni 40 tahun sedangkan Jabeer dan Maher masing-masing 37 dan 35 tahun. Keempatnya memiliki postur tubuh tinggi, tidak kurang dari 170 cm.

    Selanjutnya acara presentasi di mulai. Ami sedikit canggung membawakan presentasi dalam bahasa inggris karena baru pertama kali dia membawakannya. Tetapi kecanggungannya itu semakin mempercantik wajahnya yang bersemu merah ketika dia sedikit kesulitan untuk mencari suatu kata yang dipandang tepat untuk dia ucapkan dan mudah dipahami oleh para tamunya. Untunglah Pak Johan yang fasih berbahasa inggris itu banyak membantu untuk menjelaskan hal-hal yang dipandang perlu untuk dibuat detail sehingga para tamu benar-benar memahami apa yang dimaksud oleh Ami. Setelah presentasi selama 30 menit kemudian dilanjutkan diskusi hingga acara makan siang di bank tersebut. Setelah acara makan siang itu pertemuan direncanakan untuk dilanjutkan pada sore hari setelah konsorsium itu mengadakan pembicaraan tersendiri.

    Waktu telah menunjukkan 4 sore. Hari ini Ami beserta Pak Johan dan tamunya akan ke puncak untuk mendapatkan keputusan para investor. Di puncak mereka akan mengadakan meeting di villa milik Hendarso seorang usahawan perkebunan. Hendarso yang berusia 42 tahun itu adalah teman dekat Johan. Meski usianya sudah menuju setengah abad tetapi penampilannya masih mengikuti trend anak muda termasuk menggunakan satu tindik di telinganya. Badannya pun masih kelihatan kekar. Tingginya sekitar 168 cm satu senti di bawah Pak Johan. Johan telah memberitahunya kalo dia akan ke villanya bersama tamunya.

    Pukul 6:30 petang mereka sampai di Villa dan disambut oleh Hendarso. Ami memberi tahu mertuanya kalau dia akan pulang malam karena urusan kantor. Setelah beristirahat sejenak pembicaraan langsung mengarah ke persoalan semula. Konsorsium menyetujui untuk melakukan investasi di bank tempat Ami bekerja. Pak Johan sungguh gembira mendengar hal ini. Kemudian dia berkata pelan kepada Ami kalo posisinya akan dipromosikan menjadi Asisten Manager. Tentu saja Ami sangat senang mendengar hal ini. Selanjutnya Asamoah mendekati Pak Johan sambil berbisik sesuatu. Terlihat kening Pak Johan berkerut tetapi kemudian, setelah memberikan kedipan mata kepada Hendarso, dengan tersenyum dia mendekati Ami.

    “Ehm…. Begini Ami untuk merayakan kesuksesan ini kita akan mengadakan pesta”
    “Pesta apa pak” tanya Ami…..

    Belum menjawab pertanyaan Ami, Pak Hendarso bangkit dari tempat duduknya dan segera mendekati Ami yang berdiri di dekat Pak Johan. Serta merta Pak Hendarso memeluk Ami dari belakang yang langsung membuatnya kaget setengah mati.

    “Aaadd……ada apa ini pak?”

    Suara Ami bergetar, menandakan ada ketegangan dalam batinnya. Secara reflek dia melepaskan diri dari pelukan Pak Hendarso. Pak Johan menjawab

    “Tidak ada apa-apa Ami….” Sambil tersenyum Pak Johan melanjutkan perkataannya
    “Kami hanya ingin berpesta denganmu”
    “Iya kami ingin menikmatimu” timpal Pak Hendarso dengan cepat
    “Aapp…Apa maksudnya?” Ami masih bertanya dengan suara bergetar
    “Ehmm…maksudnya…Lets do what you want guys..” Sorak Pak Hendarso
    “Lets play friends, lets enjoy her nice body” jawab Geremi segera.

    Keempat pria besar tersebut berjalan mendekati Ami yang kelihatan ketakutan.

    “Tolong pak,….apa maksudnya semua ini?” Suara Ami semakin bergetar.
    “Lets play honey I want fuck your pussy” Geremi berkata sambil memegang dagu Ami.

    Tiba-tiba terdengar suara “Plak”. Rupanya Ami menampar Geremi yang bersikap kurang ajar kepadanya. Sejenak Geremi terkejut dengan tamparan Ami. Namun hanya dalam hitungan detik kemudian dia langsung mendekap ami dan mendorongnya ke sofa. Ami yang tidak siap tersebut terjatuh di sofa dan Geremi langsung menindihnya.

    “Aaaa……tttooollooong” jerit Ami.

    Geremi berusaha untuk mencium Ami. Tangan kirinya menjambak rambut Ami dari belakang agar tidak dapat menoleh ke kanan dan ke kiri berusaha menghindar ciumannya. Tangan kanan Geremi pun tidak kalah garangnya meremas buah dada Ami berukuran 34B itu dengan kasar.

    “tolong saya pak Johan” Jerit Ami.

    Pak Johan hanya terlihat menyeringai. Tatapan matanya pun mulai memerah menandakan unsur birahi mulai menyelimuti dirinya. Apalagi melihat Ami yang meronta-ronta dalam dekapan Geremi sehingga rok merahnya tersingkap dan memperlihatkan paha mulusnya. Celana dalamnya yang berwarna ungu itupun sesekali terlihat dalam rontaannya dalam usaha melepaskan diri dari tindihan Geremi. Meskipun Geremi berbadan besar tetapi dia merasa kesulitan untuk menjinakkan Ami.

    “Hold her hands guys…” serunya.

    Dengan cepat Asamoah mendekati sofa dan memegang kedua tangan Ami dan menahan di atas kepalanya sehingga Ami tidak bisa lagi untuk berusaha mendorong tubuh Geremi yang menggumulinya. Tanpa disuruh Jabeer dan Maher membantu memegang kaki Ami sehingga sekarang Ami-pun tidak bisa untuk berusaha menendang. Posisi Ami dibuat terlentang di atas sofa, hanya sedikit bergesar ke kanan dan kiri-lah yang ia bisa lakukan. Dengan kedua tangannya Geremi menahan kepala Ami dan mencium bibir sensualnya dengan kasar.

    “MMMmmhhhhhhhh……….”

    Ami tidak bisa berteriak. Suaranya seperti orang bergumam. Sejenak Geremi melepaskan ciumannya. Kesempatan ini digunakan Ami untuk berteriak

    “Baaaanggggssaaatttttt….hhhmmmmmm”

    Suaranya kembali tertahan ketika Geremi kembali melumat bibirnya. Lidah Geremi bermain-main di dalam ronga mulut Ami. Ami mulai terlihat menangis karena merasa tidak berdaya. Air matanya meleleh membasahi pipinya yang mulus. Tiba-tiba Geremi bangkit dari tubuh Ami, sedangkan tiga orang temannya masih tetap memegangi kaki dan tangan Ami dengan kuat. Pak Hendarso yang sedari tadi menonton berjalan mendekati sofa. Ditangannya tertenteng sebuah handycam. Rupanya dia berminat untuk merekan adegan pemerkosaan itu. Setelah meng”on”kan handycam-nya dia mulai merekam keadaan Ami yang terlentang sambil dipegangi tangan dan kakinya.

    “Pak Hendar….ttoolong lepaskan saya” Ami menghiba dan menangis.

    Pak Hendarso tidak menjawab. Dia masih asik terus merekam gambar Ami mulai meng-closeup wajahnya, bagian dadanya, kakinya bahkan berusaha untuk merekam bagian dalam rok Ami yang tersingkap ke atas. Di bagian layar monitor itu nampak jelas celana dalam Ami yang berwarna ungu.

    “Pak Johan…tolong saya pak, jangan lakukan ini pada saya” Ami terus menghiba.

    Pak Johan hanya terus menyeringai menonton adegan Ami direkam.

    Geremi yang tadi bangkit dari tubuh Ami telah melepas baju bagian atasnya. Kelihatan sekali tubuh kekarnya, mirip dengan petinju Mike Tyson. Handycam diarahkan ke Geremi yang kembali mendekati tubuh Ami. Kedua tangan Geremi menuju ke arah bagian atas baju putih yang dikenakan Ami. Amipun mulai panik.

    “Jjjaangaannnn……nnoooooo” jeritnya.

    Tiba-tiba terdengar “Sssshhreeekkkkk” suara kain robek. Geremi membetot baju Ami yang menyebabkan kancing-kancingnya terlontar entah kemana. Nampak bagian dada Ami dengan BH warna hitam yang ia kenakan. Ami semakin menjerit-jerit panik. Hatinya semakin ciut manakala terbayang bahwa tubuhnya akan dijadikan piala bergilir oleh 4 orang asing dan 2 orang pribumi. Hendarso yang sedari tadi merekam gambar mengarahkan lensanya ke bagian dada Ami. Tak lama kemudian BH itupun telah putus ditarik oleh Geremi. Kedua tangan Geremi dengan kasar meremas buah dada Ami.

    “Aaaddduhhhhh……..tttttttt”
    “Jaaannggaaannnnn..”
    “Noooo ….please” Ami berteriak memaki sambil menangis.

    Namun kesemua 6 orang yang ada di ruangan itu hanya tertawa. Meski ukurannya hanya 34B tetapi Geremi dapat merasakan kekenyalan dua gunung kembar itu. Dia terus meremas dan memilin puting payudara Ami tanpa menghiraukan tangisan Ami. Kemudian Geremi juga menyedot-nyedot kedua susu Ami yang berwarna putih mulus itu. Setelah puas memainkan payudara Ami, Geremi bangkit lagi dan melepas celana panjang berikut celana dalam yang ia kenakan. Nampak penis pria negro itu yang sudah menegang. Ukurannya luar biasa dibandingkan milik kebanyakan pria pribumi. Melihat Geremi telanjang Ami menjerit

    “Aaaaaaaaaa……tidaaaakkkkkk……nooooooooo please”

    Tanpa banyak buang waktu Geremi mencari belahan rok Ami.

    “Ssrreeeeetttt” maka sobeklah rok yang Ami kenakan.
    “Bangsaaatt……..jangan lakukan itu padaku” jerit Ami.

    Kemudian celana dalam warna ungu itupun telah robek ditarik paksa oleh Geremi.

    “Jaaangaaannnnnnnnnnnnnnnn…ttttooooolllongggggggg”

    Kini tubuh Ami bagian pinggang ke bawah tanpa sehelai benangpun. Hanya baju putih serta official cap warna merah yang ia kenakan. Itupun kondisinya telah terbuka berantakan memperlihatkan dua gunung kembarnya yang mungil.

    “Aaggghhrrrrrrr….” Tiba-tiba Ami menjerit.

    Rupanya Geremi telah mengoral vagina Ami yang terbuka. Kaki Ami dibuat mengangkang sehingga Geremi semakin leluasa mempermainkan vagina Ami. Ami terus menangis dan merasa sangat malu karena bagian-bagin tubuhnya yang selama ini dia rahasiakan telah terbuka dengan jelas dan dipelototi oleh 5 orang lainnya yang sedari tadi memperhatikan apa yang dilakukan oleh Geremi. Nafsu birahi semakin membelenggu mereka.

    Selama 5 menit Geremi mengoral vagina Ami. Kemudian dia bangkit dan memposisikan dirinya tepat dihadapan Ami yang terlentang tak berdaya. Penisnya sungguh besar. Ukuran dan warnanya yang hitam membuat Ami merasa sangat ketakutan.

    “Now lets fuck your nice pussy dear…….” Geremi berkata.
    “Nnnooooo….please donA?a,?a”?t do that…..” Ami menghiba lagi.

    Tiba-tiba terdengar lolongan Ami yang menyayat

    “Aaaaggggggghhhhrrrrrrrr”

    Tanpa basa basi Geremi memasukkan penisnya yang besar ke dalam vagina Ami. Ukurannya yang super itu membuat dia kesulitan untuk melewati rongga kenikmatan Ami. Meski baru bagian kepala penis saja yang masuk namun terlihat sekali wajah Ami yang kesakitan. Bagi Ami belum pernah benda sebesar milik pria negro yang sedang memperkosanya itu masuk ke dalam liang kewanitaannya. Milik suaminya tidaklah sebesar ukuran pria negro itu. Geremi terlihat tersenyum nikmat. Baginya wanita asia seperti Ami dengan tingginya hanya 156 cm seolah-olah bersenggama dengan gadis perawan. Geremi terus memajukan penisnya. Tiap gerakan masuk ke dalam vaginanya terdengarlah jeritan Ami yang kesakitan. Ketika setengah penis sudah masuk nampak darah mengalir keluar. Jelas bukan darah perawan karena Ami sudah punya seorang anak. Rupanya ukuran vaginanya yang sempit menorehkan luka di liang senggamanya akibat pemaksaan yang dilakukan oleh Geremi. Darah menetes membasahi sofa. Pak Hendarso terus merekam kejadian itu dan tak lupa meng-closeup darah yang menetes dari vagina Ami.

    Ami merasakan perih yang luar biasa pada vaginanya. Dia tahu kalo pasti ada yang luka disana. Nyeri luar biasa juga ia rasakan. Ami hanya mengigit bibir bawahnya ketika pelan tetapi pasti penis Geremi menerobos vaginanya. Setelah setengah penisnya masuk tiba-tiba Geremi dengan kasar mendorong tubuhnya sehingga seluruh penisnya masuk dalam liang kewanitaan Ami.

    “Aadddduuuhhhhhhhhhhh…..aaaaaagggghhhhrrrrrrrrr” Ami melolong lebih keras dari sebelumnya. Vaginanya terasa robek dengan kekasaran Geremi. Kini Geremi memompa penisnya ke luar masuk liang senggama Ami. Setiap gerakan maju mundur dibarengi dengan jeritan-jeritan kesakitan Ami yang terdengar sungguh memelas. Tetapi bagi ke 6 orang yang ada di ruangan itu suara jeritan kesakitan Ami semakin meningkatkan gairah birahi mereka. Semakin tidak sabar pula mereka menanti giliran untuk menikmati tubuh sekal Ami.

    Sepuluh menit kemudian terlihat tanda-tanda Geremi akan mencapai klimaks. Geremi semakin brutal memaju mundurkan penisnya sampai nampak tubuh Ami yang tersodok-sodok. Semakin terdengar pilu jeritan kesakitan Ami. Akhirnya tuntaslah sudah. Geremi menekan tubuhnya sampai dirasakannya mentok dalam liang kewanitaan Ami. Nampak cairan putih dan merah jambu keluar dari vagina Ami. Sperma yang bercampur darah itupun turut membasahi sofa. Satu menit kemudian Geremi bangkit dari atas tubuh Ami. Dipandangnya wajah Ami yang basah oleh air mata dengan senyuman kepuasan.

    “Very delicious pussy…so tight….IA?a,?a”?ve gotten to heaven” demikian kata Geremi.

    Dua orang yang memegang kaki Ami, yakni Jabeer dan Maher tersenyum mendengarnya. Nampak jakun Maher bergerak-gerak menandakan birahinya sudah mulai memuncak. Geremi bangkit meninggalkan sofa dan duduk di kursi lain dekat dengan Pak Johan yang sedari tadi sambil merokok mengikuti proses perkosaan atas diri Ami. Maher yang sudah bersiap-siap menggantikan Geremi untuk memperkosa Ami tiba-tiba dihalangi oleh Pak hendarso

    “Wait wait wait wait………..”

    “I want to close up her pussy now” demikian kata Pak Hendarso sambil mengarahkan handycamnya ke vagina Ami yang terbuka lebar. Nampak disana ada semacam robekan mengarah ke anus Ami. Rupanya robekan daging itulah yang mengeluarkan darah akibat besarnya ukuran penis Geremi. Setelah merekam selama satu menit pak Hendarso mempersilakan Maher untuk memenuhi hasrat mengerjai tubuh Ami. Ami berusaha meronta lagi tetapi rasa nyeri dan perih di vaginanya menyebabkan usahanya sia-sia. Maher yang telah telanjang bulat itu segara mengarahkan penisnya ke vagina Ami.

    “Aadduuuhhhhh……ssssaaaaakkkkiiitttttttttt” jerit Ami.

    Penis pria India itu memang tidak sebesar milik Geremi, tetapi ukurannya tetap lebih besar daripada kebanyakan pria pribumi. Jelas luka pertama akibat pemaksaan yang dilakukan oleh Geremi itulah yang membuat sodokan-sodokan Maher semakin membuat Ami menderita. Ami kini hanya bisa mengluarkan lenguhan-lenguhan yang terdengar erotis bagi para pemerkosanya.

    Dua pria temannya, Asamoah dan Jaber, tidak sabar lagi menanti giliran. Mereka melepaskan pegangannya terhadap tubuh Ami dan menelanjangi diri mereka sendiri.

    “Lets play 4P man…..” Asamoah berkata.

    Maher yang sedang asik memompa tubuhnya di atas tubuh Ami paham atas keinginan teman-temannya. Dia segera membuat gerakan menjadi posisi duduk di atas sofa sedangkan Ami berada di atas tubuhnya. Maher memompa dari bawah. Jaber berjalan ke arah belakang sofa dan menarik kepala Ami hingga dagunya tepat di atas sandaran kursi sofa. Jaber mengarahkan penisnya yang juga berukuran besar, khas orang Timur Tengah” ke mulut Ami. Ami berusaha mengelak meski Jaber terus menempelkan kepala penisnya pada bibir sensualnya dan berusaha mendorongnya masuk. Tiba-tiba dari belakang terasa ada benda tumpul yang menempel di duburnya. Serta merta Ami menoleh dan melihat Asamoah berada di belakangnya sambil memegangi penisnya yang sama besar dengan milik Geremi ke arah anusnya. Ami terlihat panik dan sangat ketakutan.

    “Noooooo…..please donA?a,?a”?t do that”……..
    “Pak Johan tolong saya pak Johan. Saya tidak mau disodomi”….

    Ami terus berusaha meronta.

    Tetapi Maher yang ada dibawahnya terus menahan tubuhnya agar tidak bisa bangkit. Posisi Ami yang agak menjorok ke depan membuat nampak semakin menggairahkan. Pak Johan yang sedari tadi menonton bergegas beranjak dari duduknya dan menuju ke arah sofa. Ami berharap Pak Johan menolongnya. Tetapi harapan Ami hanyalah tinggal harapan. Pak Johan malah membantu Asamoah yang akan melakukan sodomi atas tubuh Ami dengan cara membuka bongkahan pantat Ami sehingga lubang anusnya pun semakin terlihat jelas. Ami berusaha keras bangkit dengan kedua tangannya yang bebas. Gerakan rontaan itu membuat susah Asamoah mengarahkan penisnya dengan tepat ke arah lubang dubur Ami. Jabeer segera berinisiatif menahan kedua tangan Ami di atas sandaran sofa sehingga seluruh tubuh Ami kini ditopang oleh Maher yang ada di bawahnya. Di bawah Maher merasakan lembutnya buah dada Ami yang kenyal. Kini belahan pantat Ami yang terbuka lebar oleh kedua tangan Pak Johan siap ditembus oleh penis besar Asamoah.

    “Jangaaannn…..jangaannn…… di situ….lepaskan saya Pak Johan”
    “Noooo…please…” Ami merintih.

    Asamoah tidak peduli dengan rintihan Ami. Setelah melumasi penisnya dengan baby oil Asamoah siap melakukan penetrasi ke dubur Ami.

    “heegghhhhh……aaaagggggggghhhhhrrrrrrrrrrr…aaddduuuuuhhhhhhhhhhh……”

    “Saakiitttttttttttttttttt”

    Ami menjerit melolong ketika dengan kasar Asamoah memasukkan penis berukuran besar miliknya ke dalam duburnya. Pak Hendarso merekam adegan sodomi itu. Terlihat jelas bagaimana lubang dubur Ami melesak masuk akibat paksaan penetrasi penis Asamoah. Asamoah terus memasukkan penisnya sampai seluruhnya amblas ke dalam dubur Ami. Ami terus melolong sampai mengeluarkan suara yang terdengar mengerikan dan menyayat. Hari ini seorang pria negro bernama Asamoah telah memperawani lubang duburnya. Sakitnya luar biasa. Jauh lebih sakit dibandingkan malam pertama dia menyerahkan mahkotanya pada suaminya. Duburnya pun terasa penuh seolah-olah ingin buang air besar. Kini dua rasa perih dan nyeri menyerang vagina dan duburnya. Saat Ami melolong kesempatan tersebut digunakan oleh Jabeer untuk memasukkan penisnya ke dalam mulut Ami. Kini ketiga lubang tubuh Ami sedang dinikmati oleh 3 pria asing. Asamoah melakukan sodokan-sodokan dengan keras dari arah belakang. Demikian pula Maher dari arah bawah bergantian dengan Asamoah melakukan sodokan. Ami merasakan lubang anusnya robek dan memang ada lelehan darah yang keluar dari duburnya. Namun Ami tidak bisa berteriak keras lagi karena sumbatan penis Jabeer di mulutnya. Ketiganya memompa bersama-sama.

    “Hheemmmm…hheemmmmm…heeemmmmm” hanya itulah yang terdengar dari teriakan Ami.

    Sekitar 20 menit pemerkosaan 4P itu berlangsung. Jabeer terlebih dahulu klimaks dan menumpahkan seluruh cairan kental miliknya dalam mulut Ami. Ami tidak bisa memuntahkan sperma yang ada dalam mulutnya. Satu-satu jalan untuk mengurangi rasi asin dan getir cairan birahi Jabeer adalah dengan menelannya dan itulah yang dilakukan olehnya. Tak lama kemudian Jabeer menarik penisnya keluar dari mulut Ami. Sisa-sisa sperma dalam mulut Ami mengalir keluar dari sela-sela bibir sensualnya. Kini terdengar suara erangan Ami yang sedikit lebih keras karena mulutnya telah terbebas dari sumbatan penis Jabeer

    “Adduhhhh…aadduhhhhh..aaakkkhhhhh……….sssaaakiitttt ”

    Asamoah dan Maher masih terus memompa dan semakin cepat. Keduanya klimaks bersamaan ditandai dengan lenguhan kenikmatan kedua pria tersebut. Asamoah segera mencabut penisnya dari rongga dubur Ami. Darah masih terlihat pada batang penis Asamoah. Maher pun telah loyo di bawah tubuh Ami. Maher segera menggulingkan tubuh Ami ke sofa dan bangkit dari sofa.

    “Ka..kaa…liaann semuaaa….baaangsaat”

    Ami memaki dengan pelan dan lirih. Tubuhnya telah tidak berdaya. Kini dalam tubuhnya telah mengalir benih nista yang dimasukkan secara paksa oleh Geremi dan Maher. Ami merasa noda telah meyelimuti hidupnya.

    Kini giliran Pak Hendarso dan Johan ambil jatah. Keduanya sepakat akan melakukan permainan 3P.

    “Ayo Ami berikan kami kenikmatan tubuhmu yang indah itu” seringai Pak Hendarso.
    “Benar saya ingin merasakan hangatnya lubang mataharimu sayang…” Pak Johan menimpali.

    Kini gantian Geremi yang akan mengabadikan pemerkosaan yang akan dilakukan oleh Pak Johan dan Hendarso.

    “Tidaakkk…..jangan lagi…..kasihani saya pak….” Tangis Ami semakin keras lagi sambil menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi payudaranya yang terbuka.

    Namun kedua bandot tua itu tidak peduli dengan ketakutan Ami. Semakin takut semakin tinggi pula hasrat seksual kedua orang itu.

    Pak Hendarso segera mencengkeram tangan Ami dan membalik tubuhnya hingga tengkurap. Official cap merah Ami beserta blouse putih yang dikenakannya ia lucuti sehingga kini Ami benar-benar telah telanjang bulat. Kedua tangan Ami ditahannya sehingga tubuhnya tidak bisa lagi bergerak leluasa. Pak Johan melihat punggung Ami yang mulus serta bongkahan pantat yang menggairahkan. Dia mengambil posisi di atas paha Ami bagian belakang. Kemudian tangan kirinya membuka lubang anus Ami sedangkan tangan kanannya mengarahkan penisnya ke lubang matahari itu.

    “Ttiiiiddaakkkkkk…..janganaan laaaggiii dii situuuuuuuuu”
    “Ampun pak Johan…..sakit sekali……”
    “Dubur Ami perih dan panas pak Johan….jangan disitu lagi”
    “Saya mohon pak Johan”….Ami terus menghiba.

    Namun orang yang namanya Johan ini tidak mau ambil pusing dengan rintihan memelas Ami. Dia tetap mengarahkan batang penisnya ke dubur Ami dan…

    “Aaggghhhhhhhh…jjaaangggaaaaaannnnnnnnnnn……” Ami kembali melolong.

    Kini Pak Johan telah memompa duburnya dengan cepat dan kasar. Ternyata orang ini adalah maniak seks diluar tampangnya yang kebapakan. Pak Hendarso kini melepas pegangannya dan membiarkan Pak Johan sendirian menggumuli tubuh Ami yang tengkurap. Tangan kanan Pak Johan pun ambil bagian meremas buah dada Ami. Ami merintih-rintih kesakitan ketika duburnya dengan kasar disodomi oleh atasannya. Sekitar 7 menit Pak Johan telah mencapai klimaks dan tidak lama kemudian dia bangkit dari tubuh Ami yang tengkurap lemas. Pak Hendarso menggantikan posisinya siap melakukan sodomi juga.

    “Agggahhhhhhh…..banggssaaaaatttttttttt” Ami menjerit lagi.

    Sudah tiga orang melakukan sodomi padanya tetapi rasa sakit itu tidak berkurang juga. Malah semakin menjadi-jadi meski ukuran penis kedua orang terakhir yang memperkosanya berukuran lebih kecil dari milik Asamoah. Sekitar 10 menit Pak Hendarso memperkosa liang anus Ami. Tanda-tanda ejakulasi sudah nampak ketika Pak Hendarso semakin cepat memompa dubur Ami. Ami semakin merasakan perih di duburnya. Pak Hendarso melenguh keras ketika cairan nistanya keluar membasahi rongga dubur Ami. Ami merasakan anusnya bertambah perih karena sperma yang membasahi robekan luka di duburnya.

    Waktu telah menunjukkan pukul 11:30 malam. Kini kelima pemerkosa Ami bersiap mengantarkan Ami pulang. Saat itu Ami sudah tidak kuat bangkit. Rasa nyeri dan perih di vagina dan anus yang dirasakannnya membuatnya tidak mampu berdiri. Geremi menggendong Ami sampai ke dalam mobil van yang mereka gunakan. Baju Ami yang robekpun telah mereka ganti dengan kaos besar ukuran XXL sehingga ujung bagian bawahnya sampai setengah paha Ami. Dengan demikian meski tidak mengenakan celana dalam tidak akan ada seorangpun yang tahu. Dalam perjalanan pulang Ami didudukkan di belakang di apit oleh Jabeer dan Maheer sedangkan Asamoah berada di kursi depan bersama Pak Johan yang menyetir mobil. Geremi duduk di tengah. Selama perjalanan Geremi mengisengi Ami dengan memasukkan dildo zhucini (buah mirip mentimum yang ukurannya cukup besar) yang dia ambil dari kulkas saat masih berada di villa milik Hendarso. Ami sudah tidak mampu berteriak, matanya kelihatan sembab dan luyu. Hanya erangan lirih yang terdengar ketikan dua buah zhucini dimasukkan kedalam vagina dan anusnya. Meski sudah tidak ada darah lagi yang menetes dari dua lubang kenikmatan itu tetap saja rasa perih dan panas dirasakan oleh Ami akibat luka lecet pemerkosaan di villa sebelumnya.

    Setelah sampai Pak Johan memasukkan mobilnya ke pelataran rumah Ami agar tidak dicurigai orang. Dengan mengambil kunci rumah dari tas Ami pak Johan membuka pintu dan meminta Geremi membawa Ami masuk ke dalam. Geremi merebahkan Ami di sofa tamu dan segera ke luar menuju van. Pak Johan berjalan mendekati Ami dan berkata

    “Pastikan hanya kita yang tahu atau rekaman gambar itu akan beredar ke mana-mana”

    Ami hanya diam tidak mampu berkata. Setelah Pak Johan menutup pintu dan terdengar suara mobil yang meninggalkan pelataran Ami hanya bisa menyesali nasibnya sebagai korban pemerkosaan bergiliran. Air matanya terus meleleh membasahi pipinya yang mulus. Pandangannya setengah kosong. Pikirannya menerawang kepada suami dan anaknya. Pasti bahwa tidak kurang dari seminggu setelah pemerkosaan bergiliran ini belum tentu dia akan sanggup memberikan kehangatan pada suaminya. Luka di alat vitalnya tentu membutuhkan waktu lama untuk sembuh terlebih lagi trauma yang dialaminya. Ami terus menerawang ke arah langit-langit rumah. Membayangkan masa depannya. Membayangkan noda di tubuhnya. TAMAT by medialendir.com – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita Panas Indonesia, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep Seru

    • cerita sex pemerkosaan pegawai bank
    • cerita dewasa pegawai bank di perkosa
    • cerita ngentot cewek pegawai bank
    • cerita mesum dengan pegawai bank cantik

    Bagikan Ke: Google +

    Cerita Pemerkosaan Pegawai Bank Cantik

    by: | Rating: 5

    Related Posts

  • Cerita Pemerkosaan Mahasiswi diKamar Kost – Cerita Sex

    Cerita Pemerkosaan Mahasiswi diKamar Kost – Cerita Sex


    14 views

    Cerita Pemerkosaan Mahasiswi diKamar Kost Selasa, Februari 23rd, 2016 – Cerita Pemerkosaan

    Cerita Sex TerbaruCerita Pemerkosaan Mahasiswi diKamar Kost, cerita dewasa ML cewek kampus cantik diperkosa dikamar kosan putri. selamat membaca.

    Cerita Pemerkosaan Mahasiswi diKamar KostCerita Pemerkosaan Mahasiswi diKamar Kost

    Sudah lama aku dan beberapa temanku mengincar sebuah kost putri yang masih baru didaerahku. Daerah dekat kampungku terdapat perumahan yang masih tergolong baru dan tempatnya cukup terpencil ditengah sawah yang kebetulan belum banyak berpenghuni. Hanya ada 5 rumah yang baru dibangun, dan yang ditempati baru satu dan itupun ditempati oleh 4 orang cewek yang kebetulan kost disitu. Kami sering memperhatikan mereka pada saat mereka sering lewat membeli barang kebutuhan dikampungku. Mereka semua cantik cantik dan putih. Belakangan kami mulai mengenal nama nama mereka. Mereka semua berasal dari luar daerah yang baru masuk kuliah semester pertama.

    Suatu malam pada saat aku ,Joni,Bram,Agung sedang minum minuman keras salah seorang cewek penghuni kost yang bernama Tia baru saja melewati kami memakai kaos ketat dan celana pendek. Timbul pikiran jahat dibenakku dan kucetuskan pada teman-temanku.

    “Wah Jon….cakep dan sexi juga ya penghuni kost itu..?” pancingku.

    “iya tuh..sexi banget….wah sayang karena orang kayak kita kan bisanya cuman

    ngeliat aja…”

    Bram pun menimpali ” Bener cewek gitu ga bakalan mau sama orang kayak kita kita Jon..”

    Lalu aku kemabali memancing mereka..”Klo emang ga mau kenapa gak kita perkosa aja sekalian rame-rame..kan bukannya dia juga ga bakalan jadi milik kita….?”

    “Gila loh ….entar dipenjara gimana..?” sahut Agung.

    “Ga bakalan ….. asal tahu caranya bro…” Sahutku

    “Maksud loe gimana jack..?” Tanya Bram.

    Aku mengeluarkan sebuah handycam dari tasku dan beberapa tutup kepala yang memang sudah lama aku siapkan

    “Ini nih jurus ampuh memperkosa tanpa takut dilaporkan kepolisi..mau tahu caranya..?” Aku berkata kepada Agung “Kamu bisa gunakan ini kan..Gung.?” Agung tersenyum simpul dan mengangguk. “Jadi kita gunakan kamera ini saat kita memperkosa mereka dan kita gunakan sebagai ancaman klo mereka berani melapor..!!!!” Dan aksi itupun tak lama akan Dimulai……

    Waktu menunjukkan pukul 22.30, perlahan kami satu persatu memanjat dinding belakang kost putri yang tidak terlalu tinggi itu. Pelan pelan kubuka pintu dapur yang tidak terkunci dan menuju kedalam pelan pelan diikuti oleh teman temanku. Aku melihat hanya ada 2 motor yang terparkir berarti hanya ada dua penghuni kost saat ini.

    Darahku terkesiap ketika melihat salah satu kamar tidak terkunci dengan pintu sedikit terbuka, aku melihat tia sedang tidur dengan paha mulus putihnya yang terbuka. Aku segera membagi 2 kelompok masing masing dua orang. Aku dan Agung memasuki kamar Tia dan kelompok kedua Bram dengan Joni mengetuk kamar Heni.

    Bram mengetuk kamar Heni perlahan..rupanya Tia terbangun terlebih dahulu karena kamar mereka bersebelahan. namun aku dan Agung sudah bersiap dan segera menempelkan golok dileher Tia. “Diem lo jangan bertingkah..!!!!!!” Tia terkejut dan masih terdiam. “Coba panggil temen kamu yang masih tidur dari sini..!!” wajah Tia pucat dan dengan gemetar memanggil temannya, “Hen…bangun Heniii…tolongin gue Heenn…” panggil Tia dengan suara gemetar. Sementara Bram masih mengetuk kamar Heni.

    Tak lama pintu dibuka dan Bram langsung menyergap Heni sambil menempelkan goloknya pula.Heni terkejut dan langsung pucat, dia tidak berani berteriak.

    “Ringkus dan ikat dia dengan lakban Bram..!! Biar dia menikmati tontonan gratis antara aku dan temannya ha..ha..ha…” perintahku.

    Setelah Heni diringkus oleh kedua temanku, aku segera memakai topengku dan memberi isyarat ke Agung supaya menyalakan handycam.

    Tia semakin pucat dan mulai memohon “Ampun bang …tolong jangan perkosa kami..ini kami ada sedikit uang untuk Abang..ambil semua yang Abang mau tapi tolong jangan perkosa kami bang..” Kata Tia hampir menangis.

    Cerita Seks – Aku tampar wajah Tia, “Diem loh jangan berisik..!!” lalu mendorong tubuh mungil Tia keatas tempat tidurnya yang indah. Tia mulai terisak, aku tak perduli.

    Aku segera meraih daster tipisnya dan kurobek dengan kasar. Tia mencoba berguling kesamping sambil menutupi daerah dadanya sambil menyembunyikan wajahnya yang manis. Aku segera meraih tubuhnya dan kutelentangkan dengan paksa. Aku membuka silangan tangan didada Tia dan dengan kasar sekali lagi aku merobek BH Tia yang hanya berukuran 32 B.Tampaklah kedua bukit indah yang mungil dengan puting susu yang memerah.

    “Singkirkan tangan elo sekarang atau gua pukul lagi kamu..!!” perlahan lahan Tia menurut. Aku mulai meremas dan menciumi buah dada indah itu, sementara Tia masih terisak.Heni yang terbelenggu dipaksa kedua temanku untuk melihat semua kejadian itu. Aku membuka seluruh pakaianku, dan aku menjambak rambut Tia sehingga wajahnya terangkat.

    “Nih kulum penis gue..awas klo ga mau gue bunuh kamu sekarang juga..!!!” Kataku

    Tia menurut.. Oooh betapa nikmat rasanya ketika mulut mungil berbibir tipis itu mulai mengulum penisku. “Heh..setan!! Awas jangankena gigi elo rasanya sakit tahu…!!!” aku memaklumi karena mungkin Tia baru pertama kali ini mengulum penis seorang cowok. Dan aku segera memaju mundurkan wajah Tia dipenisku dengan menjambak rambutnya. Tanpa membuang waktu lagi aku segera memerintahkan kedua temanku untuk melepaskan Heni dan membuka lakban dimulutnya. Aku memerintahkan Heni supaya masuk keranjang dimana Tia sedang mengulum penisku.

    “Buka bajumu…dan jilat vagina temanmu ini..awas kalau tidak mau menurut gue bunuh kamu sekarang juga..!!’ Kataku. Bram dan Joni terkekeh melihatku.

    “Bisa aja kamu jack..wah wah..wah sekali dapet dua lalat nih ayo terusin jack..!!”

    kata mereka.

    Agung masih menyorot semua kejadian itu dengan handycamku.

    Bram dan Joni mulai melepaskan semua pakaian mereka dan mengocok penis mereka , rupanya mereka juga terangsang melihatku.

    Seperti perintahku setelah aku mengatur posisi sedemikian rupa, heni mulai menjilati vagina Tia dengan ragu-ragu. “Ayo yang mesra jilatin vagina Tia..!! Kalau tidak bisa kupotong lidahmu ..!!” gertakku. Heni menuruti kata kataku. Wajahnya semakin pucat dan hampir menangis. Setelah dia menjilati vagina Tia, rupanya kuluman tia pada penisku mulai kacau, oleh sebab kenikmatan yang ditimbulkanHeni pada vaginanya. Aku tersenyum melihatnya.

    Birahiku segera memuncak dan segera ingin meperkosa vagina milik Tia yang terlihat sempit itu. Kemudian aku menyuruh tia untuk berhenti dan tidur terlentang. Aku menyuruh Heni untuk meletakkan vaginanya diatas mulut Tia.

    “Nah sekarang gantian elo yang jilatin vagina milik Heni..jangan mau enaknya saja ya..!!” Tia pucat tapi dia menurut. wajah Tia terbenam diselangkangan milik Heni sementara mereka semua hanya terdiam ketakutan menuruti perintahku. Aku memposisikan penisku divagina Tia,sambil terus berusaha menyodok vaginanya aku terus meremas dan menciumi buah dada Heni yang berukuran sedang dan indah pula.

    Lubang Tia masih terasa begitu sempit,walaupun terlihat kesakitan dia masih terus berusaha menjilati vagina Heni. Lubang milik Tia sudah basah akibat jilatan Heni tadi, dan Drrrt..drrt..drrt.aku segera memompa memasukkan penisku dalam vagina perawan milik Tia. Sempit sekali rasanya sehingga menimbulkan sensasi nikmat yang luar biasa dipenisku.

    “Aah..tolong sudah bang sakit bang…aduh..sakit bang..tolong…!!” Jerit Tia

    Bram segera mendatangi Tia dan menampar mulutnya ..PLAK..!!!

    “Diem Loe dan jangan coba coba bersuara lagi..!! Jilatin terus memek temen kamu itu!!!” kata Bram.

    Air mata Tia tak dapat dibendung lagi menahan perih, dan aku semakin tak peduli. Semakin cepat aku memompa penisku dalam vaginanya, sambil aku terus meremas dan mencium buah dada Heni yang vaginanya masih terus dijilatin oleh Tia.

    Sepuluh menit kemudian …..Crrooot ! spermaku tumpah didalam vagina Tia. Aku mengentikan aktivitas penisku didalam vagina Tia. Terasa berdenyut denyut nikmat dinding vagina Tia. Sementara aku berhenti kini rupanya giliran Heni yang tiba tiba mengejang …rupanya dia juga mengalami orgasme karena jilatan Tia pada vaginanya.

    Melihat hal itu aku jadi kembali terangsang dan penisku bangkit berdiri lagi. Aku menyuruh mereka bertukar posisi. Sekarang posisi Tia ditempati oleh Heni begitu pula sebaliknya. sekarang vagina Tia-lah yang dijilatin oleh Heni. Darah keperawanan Tia masih meleleh dipahanya bercampur spermaku. Aku mmerintahkan Heni untuk menjilati bersih sperma bercampur darahku dipaha Tia. Heni yang ketakutan itu hanya menurut sambil menangis, sesekali terlihat dia seperti mau muntah namun ditahannya.

    “Awas klo elo sampai muntah gue keluarin semua isi perut eloe..ngerti..?” ancamku pada Heni. Gadis itu semakin ketakutan.

    Kini penisku sudah berada dibibir vagina Heni, sementara Heni masih menjilatin vagina milik Tia yang baru saja kehilangan keperawanannya , aku terus mencumbu dan meremas dada Tia.

    vagina Heni rupanya memang lebih sempit, aku sampai kesulitan beberapa kali membobol keperawanan miliknya. Sampai aku akhirnya benar-benar memaksa penisku barulah aku dapat menembus vagina Heni. Jujur saja ketika memerawani Heni penisku agak sakit karena memang vagina Heni lebih sempit dari vagina milik Tia. Setelah beberapa saat setelah penisku berada dalam vagina Heni yang sudah berdenyut dari sejak awal perawannya kubobol, aku mulai menggerakkan penisku maju mundur . Gilaaa…!! vagina Heni lebih nikmat dari vagina Tia karena memang bentuk tubuh Heni lebih kecil dari bentuk tubuh Tia.

    Setengah jam aku memompa vagina Heni sampai akhirnya aku memuntahkan spermaku jauh labih banyak daripada spermaku di vagina Tia. Setelah aku menghabiskan spermaku diliang vagina Heni , aku meyuruh Tia untuk kembali mengulum penisku membersihkan sisa darah keperawanan Heni yang masih melekat di penisku.

    Lalu aku berpaling kepada ktiga temanku yang sudah menunggu dengan telanjang dan masing masing penis yang sudah ngaceng.

    “Bagaimana..?” Tanyaku……”

    “Hebat Jack…….sampai sampai gue ama Joni udah ga tahan niiih…!!!” Kata Bram

    “sabar..sabar dulu ya kalian pasti akan menerima bagian masing masing..”

    “biar mereka bersihkan vagina mereka dahulu ….ya..?” Kataku

    Bram sudah tidak sabar lagi, namun aku mencegahnya.

    “Coba lihat dulu ini…”

    Lalu aku segera memerintahkan kedua gadis itu untuk saling menjilati vagina temannnya hingga bersih.

    Bram tertawa lebar”ha.ha..ha..betul juga maksud elo jack..masa kami dikasih bekas kecap elo…ha..ha..ha”

    Setelah mereka melihat kedua vagina milik Sinta dan Tia sudah terlihat bersih dari spermaku dan ceceran darah keperawanan mereka yang masih menempel dipaha. Bram dan joni segera menyergap dan meperkosa kedua gadis malang itu, dilanjutkan dengan acara bertukar pasangan dan tak ketinggalan pula Agus sang ‘kameramen’ yang merekam semua adegan pemerkosaan itu.

    Cerita Dewasa – Setelah hari menjelang subuh kami menguras seluruh harta kedua gadis itu termasuk motor ATM dan nomer Pin serta perhiasan yang tidak sedikit jumlahnya. Maklum sepertinya mereka anak orang kaya. Sebelum meninggalkan mereka aku sempat mengancam, kalau berani amcam-macam, adegan pemerkosaan itu akan kami sebarluaskan. Setelah itu kami semua pergi meninggalkan mereka hingga beberapa bulan lamanya.

    Rupanya rahasia itu masih tersimpan rapi oleh mereka, karena setelah sekian lama kami merantau dan memutuskan untuk pulang kampung ternyata tidak ada tanda tanda bahwa kami dicari oleh pihak kepolisian. Hanya saja Tia dan Heni sudah tidak bertempat tinggal dokostnya lagi, rupanya mereka telah pindah.

    TAMAT
    lihat juga sebelumnya ada kisah seks bergambar Cerita Sex Ngentot Istri Teman Kuliahku.

    • gadis cantik diperkosa dikamar
    • pemerkosaan cewek dikamar kos
    • cerita sex ngentot mahasiswi dikamar
    • memek ayam kampus mulus
    • cerita cewek diperkosa dikamar kost

    Bagikan Ke: Google +

    Cerita Pemerkosaan Mahasiswi diKamar Kost

    by: | Rating: 5

    Related Posts

  • Bercinta Dengan Mahasiswi Di Ruang Komputer – Cerita Sex

    Bercinta Dengan Mahasiswi Di Ruang Komputer – Cerita Sex


    8 views

    Bercinta Dengan Mahasiswi Di Ruang Komputer Sabtu, April 29th, 2017 – Cerita Ngentot

    Cerita Sex Terbaru – setelah sebelumnya ada Pengalaman Tante Bercinta dengan Anak Kecil, kini ada kisah terbaru Bercinta Dengan Mahasiswi Di Ruang Komputer. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks.

    Bercinta Dengan Mahasiswi Di Ruang Komputer

    Bercinta Dengan Mahasiswi Di Ruang Komputer

    Pegal rasanya seharian menulis tugas yang harus diserahkan besok pagi. Untunglah akhirnya selesai juga. Sambil melepas lelah iseng-iseng aku buka internet dan masuk ke situs-situs porno. Aku membuka gambar-gambar orang bersenggama lewat anus. Mula-mula terasa aneh, tapi makin lama aku merasakan fantasi lain. Aku merasakan erangan perempuan yang kesakitan karena lubang duburnya yang sempit ditembus dengan kemaluan yang mengeras. Ah.. khayalanku semakin jauh.

    Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara pintu ruangan membuka dan menutup. Hii.. aku lihat sudah jam 22:30, malam-malam begini pikiranku jadi membayangkan hal-hal menakutkan. Tapi kemudian aku dikagetkan lagi ketika melihat seorang perempuan membawa map berisi beberapa lembar kertas dan dua buah buku tipis masuk kemudian menaruhnya di sebelah komputer, lalu menyalakan komputer dan mengetik. Komputernya terhalang tiga meja komputer di sebelahku. Aku jadi lega, sekarang ada teman, walaupun dia tidak memperhatikan aku sama sekali. Aku perhatikan dari samping, wajahnya manis dengan hidung yang kecil dan mancung. Kulitnya tidak terlalu putih, tapi mulus dengan jaket jeans lengan pendek yang dikenakannya, dia tampak cantik.
    Tapi, akh peduli amat. Aku melanjutkan buka-buka situs tadi, anganku semakin menerawang, kemaluanku agak menegang. Dan akhirnya aku melirik pada perempuan di ruangan itu, dan langsung aku melirik pantatnya. Besar! pikirku. Tiba-tiba saja aku membayang kalau kemaluanku merobek-robek pantatnya yang menggiurkan itu. Aku jadi deg-degan, semakin dibayangkan semakin menjadi-jadi kemaluanku menegang. Sampai akhirnya aku nekat mendekati dia. Aku mencoba menenangkan diriku agar tampak normal.
    “Ma’af.. sedang mengerjakan tugas?” suaraku sedikit bergetar.
    D
    ia melirikku sebentar lalu matanya tertuju lagi ke layar komputer, sambil menjawab,
    “Iya.. Mas.. aku kelupaan menuliskan beberapa judul buku dalam daftar kepustakaan, cuma dikit kok.”
    “Rumahnya deket sini?”
    “Iya di asrama, dan saya biasa kerja malam-malam begini,” jawabnya.
    “Nah.. selesai deh,” dia membereskan kertas-kertas, lalu terdengar suara mesin printer bekerja.
    Dia mengambil hasilnya dan kelihatan puas.
    “Bisa pulang sama-sama?” aku bertanya sambil mataku sebentar-sebentar mencuri pandang ke arah pantatnya yang kelihatan besar membayang dibalik celana trainning kain parasitnya. Aduh, dadaku mendesir.
    “Sebentar aku tutup dulu komputerku ya..”
    Aku bergegas pergi ke komputerku.
    “Mas sedang ngerjakan apaan?”
    Aku kaget tidak menyangka kalau dia mengikuti aku.
    “Ah.. ini.. iseng-iseng aja buka-buka internet, capek sih ngetik serius terus dari tadi.”
    “Eh.. gambar-gambar gituan yaa? Hi ih!” dia mengangkat bahunya, tapi mulutnya tersenyum.
    “Ah.. iseng-iseng aja.. Mau ikutan liat-liat?” tiba-tiba keberanianku muncul. Dan di luar dugaan dia tidak menolak.
    “Tapi bentar aja yaa.. entar keburu malam!” dia langsung duduk di kursi sebelahku.

    Makin lama kami makin asyik buka-buka gambar porno, sampai akhirnya,
    “Aku mau pulang deh Mas. Udah malem.. Aku bisa pulang sedirian.. deket kok.”
    Dia siap berdiri. Tapi dengan reflek tanganku cepat memegang pergelangannya. Dia terkejut. Aku sudah tidak memperdulikan apa-apa lagi, kecuali mempraktekkan gambar-gambar yang dilihat tadi. Kemaluanku sudah menegang.

    Tanpa basa basi aku langsung menduduki pahanya dan langsung melumat bibirnya. “Umh.. mh..” dia berusaha meronta dan menarik kepalanya ke belakang, tapi tangan kiriku cepat menahan belakang kepalanya, sementara tangan kananku sudah memegang buah dadanya, memutar-mutar, dan meremas-remas putingnya. Gerakan perempuan itu makin lama makin lemah, akhirnya aku berani melepaskan ciumanku, dan beralih menciumi bagian-bagian tubuh lain, leher, belakang telinga, kembali ke leher, lalu turun ke bagian belahan buah dadanya. Aku melihat dia juga menikmatinya. Matanya mulai sayu, bibirnya terbuka merekah.
    “Namamu siapa?” aku tampaknya agak bisa mengendalikan keadaan. Dia tidak menjawab. Hanya matanya yang sayu itu memandang kepadaku. Aku tidak mengerti maksudnya. Tapi ah tidak perduli aku mengangkat berdiri tubuhnya, lalu aku duduk di kursi, kutarik badannya dan dia duduk di pangkuanku. “Ehh.. hh..” dia berdesah ketika kepalaku menyeruduk buah dada yang masih terhalang T-shirt merah muda di balik jaket jeans yang terbuka kancingnya. Tanganku segera menaikkan kaosnya, sehingga tampak bagian bawah dadanya yang masih berada di balik BH. Kunaikkan BH-nya tanpa melepas, dan kembali mulutku beraksi pada putingnya, sementara tanganku meremas-remas pantatnya dan pahanya.
    “Oohh.. Mas.. Mas.. Aoohh..” aku semakin menggila mendengar desahnya. Lalu aku ingin melaksanakan niatku untuk menembuskan batang kemaluanku ke pantatnya. Kubalikkan badannya sehingga dia membelakangiku. Aku pun berdiri dan menurunkan celana trainingnya dengan mudah. Dengan tidak sabar celana dalamnya pun segera kuturunkan. Aku duduk dan kutarik badannya sehingga pantatnya menduduki kemaluanku. “Aghh.. Uhh” aku terkejut karena kemaluanku yang sedang menegang itu rasanya mau patah diduduki pantatnya. Tapi nafsuku menghilangkan rasa sakit itu. Aku genggam kemaluanku dan kutempelkan ke lubang duburnya, lalu kutekan. “Aaah..” dia menjerit, tubuhnya mengejang ke belakang. Tapi kemaluanku tidak bisa masuk. Terlalu sempit lubangnya. Keberingasanku makin menjadi. Aku dorong tubuhnya sehingga posisi badannya membungkuk pada meja komputer. Pantatnya kelihatan jelas, bulat. Pelukanku dari belakang tubuhnya membuat dia tertindih di meja. Kutempelkan kemaluanku pada lubang pantatnya. Sementara tangan kiriku meremas buah dada kirinya. Mulutku pun tidak henti-hentinya menggerayangi bagian belakang leher dan punggungnya. Dengan sekali hentak paksa, kudorong masuk kemaluanku. “Aih.. ah uh aoowww..” aku pun mersa sedikit kesakitan, tapi kenikmatan yang tiada taranya kurasakan. “Jangan.. aduh aahh sakiit, tidak deh.. ahh..” Aku semakin bernafsu mendengar rintihannya. Sambil memeluk buah dadanya., kutarik dia berdiri. Lalu aku pun menggerakan kemaluanku maju mundur, mulutku menciumi pipinya dari samping belakang, sementara tanganku meremas buah dadanya, seolah-olah ingin menghancur lumatkan tubuh perempuan yang sintal itu.

    Perempuan itu tidak henti-hentinya merintih, terutama ketika kemaluanku kudorong masuk. Beberapa tetes air mata menggelinding di pipinya. Mungkin kesakitan, aku tidak tahu. Tapi apa daya aku pun sudah tidak kuat menahan keluar air maniku lagi dan tubuhku mengejang, perempuan itupun mengejang dan merintih, karena tanganku dengan sangat keras meremas buah dadanya. Badannya ikut tertarik ke belakang, dan mulutku tanpa terasa menggigit lehernya. “Ouhh.. hh..” kenikmatan luar biasa ketika kemaluank
    u menyemburkan air maniku ke pantatnya. Hangat sekali. Aku terduduk dia pun terduduk di atas kemaluanku yang masih menancap di pantatnya. Kepalaku terkulai di punggungnya. Perempuan itu memandang ke arah layar komputer dengan pandangan kosong. Sementara tetes air matanya masih terus membasahi pipinya.
    “Ma’afkan aku.. Aku tidak kuat nahan diri,” aku mencoba menghiburnya. Tapi dia tidak menjawab.
    “Siapa namamu?” tanyaku dengan lembut. Kembali dia membisu.
    “Aku mau pulang.. kamu tidak perlu nganter aku.. biar orang-orang tidak tanya macem-macem,” katanya dengan suara perlahan.
    “Aku sebenarnya tau siapa kamu.. Mas,” dia berbicara tanpa menoleh ke arahku.
    “Ha.. aku..” aku tekejut.
    “Ya.. karena aku temen baru pacarmu, Yuni, aku pernah liat foto-fotomu di tempat dia.”
    Kali ini dia menatapku dengan tajam.
    “Tapi.. aku sama sekali tidak nyangka kelakuanmu seperti ini,” selesai dia menaikkan celana dan membetulkan BH dan T-shirtnya.
    “Tapi tidak usah khawatir aku tidak bakalan cerita kejadian ini, aku takut ini akan melukai hatinya. Dia setia sama kamu,” lanjutnya.
    “Kamu tidak.. kasian ama dia?”
    Aku terdiam, termangu, bahkan tidak menyadari kalau dia sudah berlalu.

    Akhir-akhir ini aku tahu nama gadis itu Rani, memang dia teman pacarku, Yuni. Aku menyesali perbuatanku. Rani tetap baik pada kami berdua. Kami bahkan menjadi kawan akrab. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Entah sampai kapan dia akan menyimpan rahasia ini. Aku kadang-kadang khawatir, kadang-kadang juga memandang iba pada Rani. Oh, aku telah menghancurkan gadis yang tulus.

    Bercinta Dengan Mahasiswi Di Ruang Komputer by Critasex.coCerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo.

    Bagikan Ke: Google +

    Bercinta Dengan Mahasiswi Di Ruang Komputer

    by: | Rating: 5

    Related Posts

  • Extremity Video Gal 18 Glance Of Guess

    Extremity Video Gal 18 Glance Of Guess


    17 views

  • Summer Vacation Out Sunburn College Student Warikiri In Natsumi Mizuno

    Summer Vacation Out Sunburn College Student Warikiri In Natsumi Mizuno


    11 views

    Summer Vacation Out Sunburn College Student Warikiri In Natsumi Mizuno

    KUMPULAN FILM NGENTOT ASIA

    film porno full movie dengan kwalitas hd dan durasi yang panjang menjadikan anda semangat dan bergairah kembali, selamat menikmati sajian film ngentot asia terbaru

    film ngentot, film ngentot asia, film ngentot jepang, film ngentot china, film ngentot thailand, film ngentot full movie, film ngentot asia semi, film ngentot telanjang, film ngentot panjang

  • For The First Time Of Dense Lesbian Born Ban Hoshino Nami – Bibi Saotome Lesbian W

    For The First Time Of Dense Lesbian Born Ban Hoshino Nami – Bibi Saotome Lesbian W


    19 views

    For The First Time Of Dense Lesbian Born Ban Hoshino Nami – Bibi Saotome Lesbian W

    KUMPULAN VIDEO NGENTOT ASIA

    video porno full movie dengan kwalitas hd dan durasi yang panjang menjadikan anda semangat dan bergairah kembali, selamat menikmati sajian video ngentot asia terbaru

    video ngentot, video ngentot asia, video ngentot jepang, video ngentot china, video ngentot thailand, video ngentot full movie, video ngentot asia semi, video ngentot telanjang, video ngentot panjang

  • Aku Digangbang Mamaku Dan Tanteku Yang Hipersex

    Aku Digangbang Mamaku Dan Tanteku Yang Hipersex


    44 views

    Cerita panas kewalahan digangbang mama serta tanteku dengan judul “ Aku Digangbang Mamaku Dan Tanteku Yang Hipersex ” yang hot di jamin seru dan meningkatkan birahi seks, selamat menikmati.

    Aku Digangbang Mamaku Dan Tanteku Yang Hipersex

    Aku Digangbang Mamaku Dan Tanteku Yang Hipersex

    Cerita Seks Sedarah Aku Digangbang Mamaku Dan Tanteku Yang Hipersex

    Cerita sex sedarah – Namaku Roy, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini ialah kisah nyata dheri pengalaman ngentot aku dengan mama dan bude aku.

    Cerita ini dimulai ketika aku berumur 20 tahun. Saat itu bude ratna datang dan bermalam selama beberapa hari di rumah karena suaminya sgilag bteriakkat keluar kota.

    Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. bude ratna berumur 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat.

    Aku suka lihat bude ratna kalau telah menggunakan celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, mteriaksang. bude ratna ialah adik kandung Papa aku.
    Waktu itu hheri aku tidak masuk kusarih. Aku diam di rumah bersama mama dan bude ratna. Pagi itu, jam 10, saya lihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dheri kamar mandi menggunakan handuk menutupi dada dan setengah pacuma yang putih mulus. Mama berumur 38 tahun. Sangat mengnafsukan.

    Saat itu gak tahu secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat toket mama walau gak begitu besar tapi masih bagus bentuknya.

    Yang terutama jadi perhatian aku ialah memek mama yang dihiasi bulu hitam gak begitu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin mengasuhnya.

    Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sgilag melihatnya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi.

    Aku dekati pintu, lalu aku intip dheri lubang kunci. Terlihat mama sgilag membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat mengnafsukan. Terutama memek mama yang aku fokuskan.

    Secara otomatis tangan aku meraba kontol dheri luar celana, lalu meremasnya slow-slow sambil menikmati keindahan tubuh mteriaksang mama. Karena telah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil berimajinasi menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku klimak.

    Sore hherinya, waktu aku sgilag tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.
    “Roy..!” panggil mama.

    “Ya, Ma…” sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.

    “Ada apa, Ma?” tanya aku.

    “Pijitin badan mama, Roy. Pegal rasanya…” kata mama sambil tengkurap.

    “Iya, Ma…” jawab aku.

    Waktu itu mama menggunakan daster. Aku mulai memijit kaki mama dheri betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku.

    Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, “Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya aku.

    “Emang kamu mau mijitan apa aja, Roy?” tanya mama.

    “Seluruh badan mama,” jawab aku.

    “Ya telah, mama buka baju saja,” kata mama sambil bangun, lalu melepas dasternya tanpa ragu.

    “Ayo lanjutkan, Roy!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.

    “Mama tidak malu buka baju depan Roy?” tanya aku.

    “Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,” jawab mama sambil memejamkan mata.

    Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat ialah mengusap agak keras.

    Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang menggunakan celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.

    “Kok dilewat sih, Roy?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.

    “Mm.. Roy takut mama marah…” jawab aku.

    “Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta mama.

    Karena telah memperoleh angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dheri luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol aku telah mulai makin keras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku.

    Karena birahi aku telah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.

    Jheri tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jheri aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jheri tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam.

    Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jheri aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.
    Karena telah basah, aku nekad masukkan jheri aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai berputar agak cepat.

    “Roy, kamu ngapain?” tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.

    “Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.

    “Roy tidak tahan membatalkan birahi…” kataku lagi.

    “Nafsu apa?” kata mama dengan nada lembut.

    “Sini berbhering dekat mama,” kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.

    “Sini berbhering Roy,” ujar mama lagi.

    “Tutup dulu pintu kamar,” kata mama.

    “Ya, Ma…” kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemususan aku berbhering di samping mama.
    Mama menatapku sambil mengelus rambut aku.

    “Kenapa berbirahi dengan mama, Roy,” tanya mama lembut.

    “Mama marahkah?” tanya aku.

    “Mama tidak marah, Roy.. Jawablah jujur,” ujar mama.

    “Melihat tubuh mama, Roy tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum.

    “Berarti anak mama telah mulai dewasa,” kata mama.

    “Kamu benar-benar mau akung?” tanya mama.

    “Maksud mama?” tanya aku.

    “Dua jam lagi Papa kamu balik…” cuma itu yang keluar dheri mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dheri luar celana.

    Aku kaget sekaligus bahagia. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami saling mencium mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.

    “Buka baju kamu, Roy,” kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana.

    Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sgilagkan aku tetap berdiri.

    “Kontol kamu besar, Roy…” kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.

    “Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, akung?” tanya mama.

    Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh..”. Mama tersenyum, gak tahu apa artinya.

    Lalu mama menherik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dheri kontol sampai ke kepalanya.

    Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. Hjilatan dan permainan lidah mama sangat pandai.

    Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kepuasan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hjilatannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan.

    “Enak akung?” tanya mama sambil menengadah menatapku.

    “Iya, Ma.. Enak sekali,” jawabku dengan suara tertahan.

    “Sini akung. Kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan…” ujar mama sambil menherik tanganku.

    Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pacuma. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya.

    “Ayo, Roy.. Masukkan…” ujar mama sambil terus memandang wajahku.

    Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu kontol kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang gak tahu bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.

    “Enak, Roy?” tanya mama.

    “Sangat enak, Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.

    “Kenapa mama mau melakukan ini dengan Roy?” tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama terlihat berkaca-kaca.

    “Karena mama akung kamu, Roy…” jawab mama.

    “Sangat akung…” lanjutnya.

    “Lagipula detik ini mama memang sgilag ingin bersetubuh…” lanjutnya lagi.

    Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama.

    “Roy juga sangat akung mama…” ujarku.

    “Ohh.. Roy.. Enakk.. Mmhh…” desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.

    “Mama mau keluar…” desah mama lagi.

    Tak lama kurasakan tubuh mama menggelinjang lalu mendekap aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..

    “Ohh.. Enak akungg…” desah mama lagi ketika dia mencapai klimak.

    Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dheri kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..

    “Ma, Roy gak tahann…” ujarku sambil mendekap tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama.

    “Keluherin akung…” ujar mama sambil meremas-remas pantatku.

    “Keluherin di dalam aja akung biar enak…” bisik mama mesra.

    Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.

    “Mmhh…” desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.

    “Terima kasih ya, Ma…” ujar aku sambil mencium bibir mama.

    “Lekas berbaju, Papa kamu sebentar lagi balik!” kata mama.

    Lalu kamipun segera berbaju. Setengah jam kemususan Papa balik. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.

    Malam hherinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa telah tidur, aku dan bude ratna masih nonton TV. bude ratna menggunakan kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena telah biasa melihat seperti itu.

    Tiba-tiba bude ratna bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,”ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?” tanya bude ratna.

    “Hayo, ngapain..?” tanya bude ratna lagi sambil tersenyum.

    “Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok…” jawabku.

    “Kok lama amat. Sampe lebih dheri satu jam,” tanyanya lagi.

    “Curigaan amat sih, bude?” kataku sambil tersenyum.

    “bude cuma merasa aneh saja waktu bude denger ada suara-suara yang bagaimanaa gitu…” ujar bude ratna sambil tersenyum.

    “Kayak suara yang lagi enak…” ujar bude ratna lagi.

    “Udah ah.. Kok ngocehnya ngaco ah…” ujarku sambil bangun.

    “Maaf dong, Roy. bude becanda kok…” ujar bude ratna.

    “Kamu mau kemana?” tanya bude ratna.

    “Mau tidur,” jawabku pendek.

    “Temenein bude dong, Roy,” pinta bude.

    Aku kembali duduk dikursi di samping bude ratna.

    “Ada apa sih bude?” tanyaku.

    “Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,” jawab bude ratna.

    “Kamu telah mempunyai pacar, Roy?” tanya bude ratna.

    “Belum bude. Kenapa?” aku balik bertanya.

    “Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum mempunyai pacar?” tanya bude lagi.

    “Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,” jawabku.

    “Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Roy?” tanya bude ratna slow sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.

    Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.

    “Ni bude lagi horny kayaknya…” pikir aku.

    Tanpa banyak kata, aku cium bibir bude ratna. bude ratnapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono bude ratna. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas toketnya dengan mesra sambil ujung jheri aku memainkan puting toketnya.

    “Mmhh..”

    Suara bude ratna mendesah tertahan karena kami masih tetap saling mencium. Tangan bude ratnapun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dheri luar celana kolorku. Kontolku langsung tegang.

    “Roy, pindah ke kamar bude, yuk?” pinta bude ratna.

    “Iya bude…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar bude ratna.

    Setiba di kamar, bude ratna dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua baju di tubuh aku.

    “Ayo Roy, bude telah gak tahan…” ujar bude ratna sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.

    Aku segera menindih tubuh telanjang bude ratna. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke toketnya. Aku jilat dan hjilat puting toket bude ratna sambil meremas toket yang satu lagi.

    “Ohh.. Mmhh.. Royy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah bude ratna sambil tangannya memegang kepala aku.

    Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, bude ratna segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek bude ratna bersih tidak berbau. Bulunya cuma sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek bude ratna terutama bagian kelentitnya.

    “Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus akung…” desah bude ratna sambil badannya menggelinjang membatalkan nikmat.

    Tak berapa lama tiba-tiba bude ratna mengepitkan kedua pacuma menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.

    “Oh, Roy.. bude keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah bude ratna.

    Aku bangun, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek bude ratna, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. bude ratna langsung membalas ciumanku dengan mesra.

    “Isep dong kontol Roy, bude…” pintaku.

    bude ratna mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah bude ratna dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya.

    bude ratna langsung menghjilat dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghjilat dan menjilat kontolnya lebih pintar dheri mama.

    “Udah bude, Roy udah pengen setubuhi bude…” kataku.

    bude ratna melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.

    “Ayo, Roy.. bude telah tidak tahan…” bisik bude ratna.

    Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek bude ratna.

    “Roy kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kepuasan…” kata bude ditengah-tengah persetubuhan kami.

    “Ah, biasa saja, bude…” ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.

    Selang beberapa lama, tiba-tiba bude ratna mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.

    “Roy, terus setubuhi bude.. Mmhh.. Ohh.. bude mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” desahnya.

    Tak lama tubuhnya menggelinjang. Pacuma erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya.

    “Tente udah keluar, akung…” bisik bude ratna.

    “Kamu hebat.. Kuat…” ujar bude ratna.

    “Terus setubuhi bude, Roy.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi.

    Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera klimak. Kupertcepat gerakanku.

    “Roy mau keluar, bude…” kataku.

    “Jangan keluarkan di dalam, akung…” pinta bude ratna.

    “Cabut dulu…” ujar bude ratna.

    “Sini bude isepin…” katanya lagi.

    Aku cabut kontolku dheri memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. bude ratna lalu menghjilat kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut bude ratna banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut bude ratna.

    bude ratna dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan bude ratna.

    Aku segera berbaju. bude ratna juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.

    “Kamu hebat, Roy.. Kamu bisa memuaskan bude,” ujar bude ratna.

    “Kalo bude butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya bude sambil mendekap aku.

    “Kapan saja bude mau, Roy pasti kasih,” kataku sambil mengecup bibirnya.

    “Terima kasih, akung,” ujar bude ratna.

    “Roy kembali ke kamar ya, bude? Mau tidur,” kataku.

    “Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.

    Besoknya, setelah Papa bteriakkat ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.

    “Roy, semalam kamu ngapain di kamar bude ratna sampe subuh?” tanya mama mengejutkanku.

    Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum.

    Sambil mencium pipiku, mama berkata,”Jangan sampai yang lain tahu ya, Roy. Mama akan jaga rahasia kasarin. Kamu suka bude kamu itu ya?” tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.

    “Iya, Ma.. Roy suka bude ratna,” jawabku.

    “Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kasarin…” ujar mama.

    “Kasarin hati-hatilah…” ujar mama lagi.

    “Kenapa mama tidak marah,” tanya aku.

    “Karena mama pikir kamu telah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama.

    “Terima kasih ya, Ma…” kataku.

    “Roy akung mama,” kataku lagi.

    “Roy, bude dan Papa kamu sgilag keluar.. Mau bantu mama gak?” tanya mama.

    “Bantu apa, Ma?” aku balik tanya.

    “Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap kontolku.

    “Roy akan lakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum.

    “Mama tunggu di kamar ya?” kata mama. Aku mengangguk..

    Sejak detik itu hingga detik ini aku kawin dan mempunyai 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan bude ratna kalau ada kesempatan. Walau telah agak berumur tapi kemengnafsukanan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menherik.

    Baik itu di rumah bude ratna kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di panasel.

    Sgilagkan dengan mama, aku telah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan cuma 2 kali. END

  • Om Ganteng

    Om Ganteng


    8 views

    Kisahku kali ini adalah akibat ulah isengku yang sering menggda om om ganteng yang sedang nongkrong dicafe atau lg di resto. Aku melakukan keisenganku ini bersama dengan seorang temanku yang namanya Sella. Owh ya namaku Karin umurku baru 16 tahun dan aku sekolah disalah satu SMA swasta terkenal dijakarta.

    cerita-sex-dewasa-om-ganteng

    Menurut temen-temenku aku memiliki tubuh yang sangat indah, dengan tinggiku 162cm dan berat badanku 55kg dan wajah imut dan hidungku mancung. Aku juga memiliki kulit yang putih mulus dan rambutku yang agak kepirang-pirangan, jadi aku mirip seorang gadis bule. Dan aku memanfaatkan kelebihanku ini dengan keisenganku yang suka menggoda om-om ganteng. Namun yang kali ini godaanku keblabasan sampai akhirnya terjadilah Fantasi Sex sama Om Ganteng.

    Pada suatu hari saat aku sedang tidak mood bersekolah, aku mengajak Sella untuk membolos dan akhirnya kita pun membolos. Aku dan sella sebelumnya sudah berjanjian kalau hari itu akan membolos jadi aku sudah menyiapkan pakaian ganti. Dan segeralah aku setelah berganti pakaian meluncur keslah satu pusat perbelanjaan yang ada dikota.

    Saat pagi suasana mall masih sepi, ada satu dua glintir anak sekolah yang juga membolos dengan masih mengenakan seragamnya. Aku gak berani memakai seragam karena sering terjadi operasi anak sekolah membolos. Aku dan sella muter-muter gak ada arah sampai akhirnya aku memutuskan untuk pergi kesuatu tempat hiburan.

    Tak terasa saking asiknya aku dan sella bermain waktu ternyata sudah sore, aku pun lantas berganti seragam dan berniat untuk pulang kerumah. Tak berapa lama setelah berganti memakai seragam sella mengajakku untuk ke sebuah cafe dan aku pun menyetujinya. Dan setelah berapa lama kita perjalanan akhirnya kita sampai disebuah cafe dan duduklah kita di meja yang paling pojok.

    Suasana cafe sore itu gak terlalu ramai, hanya beberapa meja saja yang sudah terisi. Dicafe aku dan sella sempat menggoda pelayan cafe yang lumayan ganteng, namun pelayan cafe tersebut malu-malu dan gak berani menongolkan wajahnya kembali, jadi selesai sudah keisenganku. Cerita Mesum
    Cerita Sex Fantasi Sex Bersama Om Ganteng

    Setelah makanan dan minuman kita habis, aku mengajak sella untuk pulang. Namun sella menarik tanganku dan menunjuk kesebuah meja.

    “Diiiin…Liat tuuuh ada Om-Om ganteng Karin” ujar sella.

    Aku yang tak begitu minat tetap mengajak pulang sella

    “Aaahhh…Udah mau malem Niih, pulang yook” ajakku. Namun sella
    “Bentar aaahhh godain dulu itu om-om, ganteng halo, coba liat dengan jelas dulu deh Karin” ucap sella.

    Dan aku pun duduk kembali dan memandangi om-om tersebut. Dan ternyata benar yang dikatakan oleh sella, om itu memang ganteng sekali. Tinggi, putih, tubuhnya gak terlalu gemuk dan wajahnya tampan sekali. Saat aku memperhatikan om-om itu, tib-tiba om-om itu juga memandangiku dan aku pun langsung memalingkan mukaku karena malu.

    Namun si Sella malah menggoda om tersebut dengan mengedipkan matanya dan om-om itupun membalasnya dengan senyum serta tangan melambai seperti meminta kami untuk bergabung.

    “Itu om-om minta kita untuk bergabung Karin, gmn??” tanya Sella.
    “Aaahhh…enggak aahh, aku malu” jawabku.Cerita Sex Dewasa

    Setelah aku gak mau diajak bergabung ke meja om-om itu, Sella terus menggoda om tersebut dan lama-lama timbulah keinginanku untuk ikut menggoda om-om tersebut. Saat om itu memandangiku, aku langsung memberikan kecupan jauh kepadanya dengan maksud jika om itu benar tergoda aku tidak akan melayaninya dan aku akan langsung pulang jika om itu nyamperin aku.

    Setelah tak berapa lama, aku pun mengajak Sella untuk pulang dan akhirnya setelah Sella puas menggoda om-om itu Sella mau diajak pulang, namun aku meminta Sella duluan keparkiran karena aku mau ketoilet dulu. dan setelah aku mau keparkiran, aku melewati meja si om-om itu dan Waktu aku lewat mejanya, si bapak nyapa,

    “Karin, dah mo pulang ya, Eh namanya Karin ya, tadi temen kamu yang ngasi tau nama kamu. Nama yang cantik secantik orangnya”. Aku memang imut banget, kulit putih bersih, hidung mancung dan bibir tipis yang selalu basah. mataku katanya seksi banget, kalo dipandang sepintas kayak artis popi bunga.
    “Iya om, Karin mo pulang, rasanya tadi om berdua deh”. gombal banget deeh niih om.
    “Iya temen om dah balikduluan”.
    “Wah gak da temennya dong om”.
    “Kan ada Karin, mo nemenin om gak”. Aku diem aja, dia malah megang tanganku dan menarik aku sehingga aku terduduk di mejanya.

    Agresif banget ni si om.

    “Gak usah takut om jinak kok, nama om… (dia nyebutin namanya)” katanya sambil mengulurkan tangannya.

    Kujabat tangannya, iseng dia nekuk telunjuknya dan ngilik2 telapak tanganku sembari meremas tanganku.

    “Ih, om siang-siang gini dah iseng”.
    “Mangnya iseng baru bole malem ya Karin”. Aku senyum ja.
    “Dah selesai ya makan2nya, mo makan lagi ma om”.
    “Makasi om. Dah kenyang banget.”
    “Kamu gak da acara, kita jalan yuk”.

    Wah bener kata temenku, pasti mo ngajakin bbs Dia turun dari meja, aku digandengnya. Seneng si digandeng ma om seganteng dia, kami menuju counter kasir dan dia membayar bonnya.
    Kemudian aku digandengnya lagi menuju ke mobilnya di pelataran parkir. Dia bukain pintu mobilnya dan aku masuk duduk di kursi penumpang depan. Dia menutup pintu mobilnya pelan dan berjalan menuju pintu satunya, membukanya dan dia duduk disebelahku.

    “Pake seatbeltnya Karin, kalo gak ntar kudu nraktir polisi makan siang lagi”.
    “Kok nraktir polisi om”.
    “Iya kalo kamu gak pake seatbelt trus dibrentiin ma polisi kan om kudu ngasi dia uang”.
    “O..nyogok toh maksud om”.
    “Iya Karin, biar urusannya gak bertele. Tau kan makenya.” KArena aku sedikit kerimpungan memasangkan kaitan seatbelt ketempatnya, dia membantuku.

    Ternyata seatbeltnya membelit di ujungnya, sehingga dia membantu membetulkan belitannya, tangannya dijulurkannya melewati dadaku ketika membetulkan belitannya.

    Gak tau sengaj pa enggak, tangannya menggesek toketku, Aku kaget juga ketika toketku kegesek tangannya. Toketku si kecil tapi ada lah, gak rata2 banget kaya anak seumuranku.

    “Montok juga kamu”. Ternyata dia sengaja menggesek toketku untuk tau sebrapa gedenya.
    “Ih si om, siang gini genit”.
    “Tapi gak papa kan kalo om genit”. Setelah urusan seatbelt selesai,mobilnya meluncur meninggalkan tempat parkir, menerobos kemacetan rutin.
    “Karin mo pulang dulu deh ya om”.
    “Lo kok, katanya mo jalan”.
    “Iya tuker baju dulu, masak jalan ma om pake seragam gini”.
    “O gitu ya, taKarinya om pikir kita beli pakean aja buat kamu dulu, baru jalan”.
    “Gak usah deh om, rumah Karin gak jauh kok”.
    “Ntar sampe rumah gak bole lagi kamu jalan ma om”.
    “Dirumah gak da sapa-sapa kok om”.
    “Ortunya kemana”.
    “kerja dua-duanya, dirumah cuma ada pembantu”.
    “Sodaramu”.
    “Karin anak tunggal kok om”.
    “Wah manja dong ya”.
    “Gak lah, tiap ari Karin mandi kok om pagi sore”.
    “Kok mandi..” Dia gak ngarti gurauanku.
    “Iya om, manja kan artinya mandi jarang”.
    “O…” dia tertawa,
    “asik juga ngobrol ma kamu”. Mobilnya melaju kerumahku, sesampenya dirumah aku turun dari mobil.Cerita Sex Dewasa

    Rumahku jaraknya dari rumah tetangga yang paling deket 50m jauhnya. karena posisi nya lebih deket dengan jalan raya sementara rumah2 disekelilingnya lebih menjorok kedalam.

    “Yuk, om turun dulu, masak nunggu di mobil, kan om bukan sopirnya Karin”. Aku membuka pager, trus membuka pintu rumah dengan kunci yang memang aku bawa kemana-mana.
    “Masuk om, mo Karin ambilin minum? Karin gerah mo skalian mandi dulu”.
    “Gak usah minum deh,alo mandi si om mo ikutan”.
    “Genit ah”. Dia duduk di ruang tamu, aku mengambilkan segelas teh dan menaruh di depannya.
    “silahkan di minum om”. “makasih Karin,” jawabnya.

    aku duduk dan ngobrol apa aja dari masalah dia sampai urusan pacar segala.

    “Mangnya kamu dah punya pacar ya Karin”. Aku cuman ngangguk,
    “mang sekarang umur kamu berapa Karin?” Aku menyebut umurku.
    “Masi muda sekali ya, mangnya gaya pacaran kamu kaya apa, paling cuma pegangan tangan ya Karin”. Aku gak sadar dia mancing-mancing aku, dalam hati aku ngegerutu, sial dianggep masi sd kali aku.
    “kamu pernah di apain aja ama pacar kamu”.
    “rahasia dong” “malu ya critanya, masa sama om pakai rahasia-rahasia segala”. aku terpancing dan crita kalo cowokku sering nyium dan juga suka di grepe-grepe.

    Dia nguber terus,

    “mang apanya yg di cium dan di pegang2 Karin?”
    “ih si om kayak gak tau aja, ya bibirlah”.
    “lalu yang di pegang2 apanya”.
    “yaa…anu…gimana ya”, aku baru sadar kalo aku terpancing sama omongannya.
    “Kok gak di lanjutin sih, masa sama om malu gitu sih.”
    “Suka di elus elus paha dan diremas remas toket Karin, tapi dari luarnya aja, geli”.
    “Asik dong ya”.
    “Om, Karin mo mandi dulu ya, risih nih, bau keringat”, kataku mengalihkan pembicaraan.
    “ya udah, sana mandi dulu biar wangi”. Aku masuk kamarku, persis dekat dengan tempat si om duduk.

    Pintunya cuma aku rapetin aja, gak sampe ngelock, sehingga kalo ada angin bisa kebuka ndiri. Aku pengen tau ja si om responsenya kaya apa. Aku membuka lemari yang menghadap kearah pintu dan mengambil singlet tanpa lengan dan celana pendek, juga bra en cd. Aku melepas kancing baju seragam satu persatu lalu melepaskannya kemudian aku buka ikat pinggang dan resleting rok yang kemudian aku plorotin gitu aja.

    Kemudian aku bercermin sambil megang2 toketku, gak lama kemudian aku melepas braku. walaupun toketku belum begitu gede tapi bentuknya bulat kencang dan begitu putih bersih dan putingnya yang berwarna pink belum begitu menonjol paling baru seberas ujung kelingking aja. terakhir aku buka cdku. jembutku belum begitu kelihatan masih samar2. Aku berdiri didepan kaca yang nepel di pintu lemari memandangi tubuhku.

    Aku kaget juga ketika pintu kamar terbuka dan si om berdiri disitu. Matanya berbinar-binar memandangi tubuhku yang bugil yang nampak sepenuhnya dari bayangan di kaca di pintu lemari. “Katanya mo mandi Karin, kok jadi mandangin badan ndiri, sexy banget deh kamu, om jadi pengen nih”, katanya sambil nendekat dan memeluk tubuhku dari belakang.

    Karena malu tangan kananku menutupi toket dan yang kiri menutupi selangkanganku.

    “Dah bugil gitu kok masi malu si”, katanya lagi sambil membelai pinggiran tokedku, kemudian memilin putingku yang mulai mengeras karena ulahnya.
    “Ooogghh.. sshh,” rintihku. Tubuhku dibaliknya menghadap dirinya, dia membungkuk dan mulai mengisap putingku sambil jemarinya terus menari-nari di toket kiriku.

    Tanganku meremas-remas rambutnya karena napsu mulai meland diriku. Lidahnya menyapu seluruh permukaan tokedku dan melumat putingku secara bergantian. nafasku menjadi tidak teratur.

    Kemudian dia jongkok didepanku dan mulai mencumbui perutku dan terus kebawah ke arah selangkanganku.

    “Meki kamu sexy banget Karin”, katanya sambil mengelus bibirmeki ku yang mulai basah.
    “Dah napsu ya kamu, ampe basah gini”.
    “Om si nakal, aaah”, lenguhku lagi.

    Otot mekiku terasa menegang ketika jarinya mulai merenggangkan bibir mekiku. Lalu jari tengahnya mengorek- ngorek klitku.

    “Aaahh.. sshh.. mmhh”, desahku untuk kesekian kalinya.

    Kemudian dia menjilat klitku, lalu menghisapnya kuat-kuat. Uaahh.. rasanya nikmat banget, palagi ketika lidahnya
    mulai turun menyusuri daerah bibir mekiku.

    Si om kemudian menarik aku ke tempat tidur, aku ditelentangkan di situ kakiku masih menjuntai kelantai. Dia berbaring disebelahku, bibirku dilumatnya. Setelah sepuluh menit kami saling berpagutan, kemudian lidahnya bergerak menuruni leherku sampai bibirnya hinggap di tokedku.

    Kembali dia mengemut pentilku yang dah menjadi kencang.

    “om.. terus aachh.. ehmm..” desahku keenakan.

    Kemudian dia semakin turun dan menghisap pusarku, aku tidak tahan diperlakukan demikian. Eranganku semakin panjang.

    “Aaach.. geli aach.. om”. Dia terus menghisap-hisap pusarku lalu turun sampai di mekiku.

    Dielusnya jembutku yang halus, kemudian mulai menjilati dan sesekali menghisap klitku. Aku mengangkangkan kakiku supaya dia mudah mengakses daerah selangkanganku.

    “Aaacchh.. om terus achh.. enak..”

    Aku semakin menggelinjang, tanganku menarik -narik sprei dan beberapa saat kemudian aku menjerit kuat.

    “Aaacchh..” Dari mekiku menyembur lendir kenikmatan yang cukup banyak. Sruupp.. langsung dia menghisapnya sampai habis.
    “Aaach om.. acchh..” jeritku untuk kesekian kalinya.

    Hebat banget si om, cuma dijilatin ja aku bisa nyampe, rasanya lebi nikmat diolah ma si om katimbang ma cowokku. Setelah mengalami orgasme yang pertama itu, aku tergeletak di atas ranjang. Dia tetep aja mengutak-utik mekiku. Birahiku kembali bergelora. Nafasku kembali memburu ketika ujung jari telunjuknya masuk ke dalam lipatan bibir mekikuku yang berair kemudian mengelus-elus lipatan dalamnya.

    “Hoohh.. om.. enak banget..” rintihku. tokedku yang rasanya telah membengkak dijilatnya kemudian dilumatnya putingku yang sudah sangat keras itu.

    Sedangkan telunjuknya terus memilin-milin klitku.

    “Aaaghh.. terus.. jilatin om..” Dia berganti menjilati mekiku sedangkan tangannya beralih meremas-remas tokedku yang berwarna kemerahan oleh hisap- hisapannya.

    Aku gak tahan diperlakukan seperti itu sampe akhirnya aku nyampe lagi.Cerita Sex Dewasa

    “Om nikmat banget deh, cuma dijilat dan dikilik ja Karin dah 2 kali nyampe. Om lebi hebat dari cowok Karin deh”. “Tadi katanya cuma dari luar, gak taunya…” katanya sembari senyum.

    Si om melucuti seluruh pakaianku. Penisnya sudah menegang sangat keras. Perkasa banget kelihatannya.

    “Om masukin ya Karin, dah pengen banget nih”. Aku hanya menggangguk.

    Dia menelungkup diatas badanku dan mengarahkan kontinya ke bibir mekiku. Walaupun dah pengen banget, si om gak grusa grusu. Pala kontinya digesek2kannya di bibir mekiku dan disodok2kannya pelan ke klitku. Napsuku kembali menggelora.

    “Om masukin aja, Karin dah pengen dienjot om”. Dia hanya tersenyum dan tetap aja menggesek2kan palonnya di klitku.

    Sampai akhirnya

    “Aaaggh!” pekikku saat dia menekan kontinya masuk ke mekiku.

    Dikit demi sedikit dia mengenjotkan kontinya pelan sehingga mengebor masuk mekiku sampai akhirnya Blees!! seluruh batangnya menjebol lubang mekiku. Rasa perih bercampur nikmat jadi satu ketika dia mulai mengocok liang mekiku keluar masuk.

    “enak banget meki kamu Karin.. seret.. tapi siip..” bisiknya sambil terus memompa mekiku.

    Aku mengeluarkan desahan dan rintihan birahi ketika dia mengenyot kedua tokedku gantian. kenikmatan itu aku rasakan dengan mata tertutup dan bibir yang menganga mendesah-desah.

    Hingga kemudian aku desakan dari dalem mekiku.

    “Aaahh aku mau keluar.. aahh.. sshh.. aahh..” pekikku.

    Dia memompa mekiku semakin cepat sambil lidahnya semakin liar menjelajahi tokedku. Akhirnya aahh.., lendir kenikmatanku menghangat basah dan licin menyembur hingga membecek di sekitar selakanganku. Dia terus memompa dengan liar.

    “Karin, nanti om keluarin didalem ya, gak papa kan”. Aku cuma mengangguk sambil merasakan kenikmatan yang baru saja melanda tubuhku.

    Tiba2 dia menghentikan enjotannya dan mencabut kontinya dari dalam mekiku.

    “Kok udahan om, kan om belom keluar, katanya mo dikeluarin didalem”, protesku karena saat itu aku mulai enjoy lagi merasakan enjotannya yang liar.

    Aku ditariknya bangundan disurunya nungging dipinggir ranjang. Dia berdiri dibelakangku dan mengarahkan kontinya ke mekiku yang masi menganga lapar.

    “Aaacchh!!” lenguhku ketika dia kembali menusukkan kontinya ke mekiku.

    Langsung saja dia mengocok mekiku maju mundur, sambil kedua tangannya dengan gemas meremas-remas toketku dari belakang.

    “Aduuh om.. terus.. ah.. nikmat sekali..rasanya Karin dah ingin keluar lagi om, aduuh.. nikmatnya, terus..yang cepat.. om.. aduh Karin nggak tahan ingin keluar..” aku menceracau tak karuan saking nikmatnya.
    “Cepet amat Karin, om ja blon ngarasa mo kluar”.
    “Nikmatnya banget si om”. beberapa saat kemudian tubuhku menegang dan sur.. suurr lendir kenikmatanku berhamburan membasahi selangkangan kami, kemudian menetes membasahi seprei.

    Aku lemes banget jaKarinya, sampe aku nelungkup dikasur, kontinya tercabut dari mekiku, masi sangat keras dan perkasa.

    Dia membiarkan aku nlungkup dikasur untuk memberi kesempatan aku menKaringinkan gejolak akibat napsu dan rasa nikmat yang luar biasa.

    “Om hebat banget deh, Karin dah berkali-kali nyampe om blon kluar-keluar juga”.
    “Nikmat kan Karin?”
    “Banget”.
    “Mana nikmat ma cowok kamu?”
    “Nikmat ma om lah”.
    “Gak nyesel dong maen ma om”.
    “Gak lah, tuntasin deh om, biar om keluar juga”.
    “Bener ni masi sanggup, kayanya Karin dah lemes banget gitu”.
    “Harus dong om, Karin dah berkali2 klimax masak om dibiarin ngegantung gini, namanya kan berbagi kenikmatan”.
    “Iya deh, ganti posisi lagi ya”.

    Dia duduk dikepala ranjangku, lalu aku disurunya duduk di pangkuannya sambil saling berhadapan. digosok2kannya kontinya ke selangkanganku.

    “sshhh…uuuhh aku mulai mendesis desis.

    Digesekkannya palkonnya sambil menentukan lokasi masuk yang pas, diturunkannya perlahan. terasa kontinya udah masuk sebatas kepala, sedikit demi sedikit menaik turunkan badanku biar ada tekanan dan perlahan kontinya sedikit demi sedikit masuk.

    “ssshhh om…”rintihku.

    Dia mempercepat ritme goyangannya dan…..bless.. akhirnya kembali kontinya amblas kedalam mekiku.

    “argghhhhh….sshhhhh….om”, rintihku. Dia mendiamkannya sejenak sambil menikmati otot otot mekiku , mekiku terasa berdenyut denyut menghisap kontinya, sungguh nikmat rasanya.

    dia memelukku dengan erat, sedikit demi sedikit dia mengangkat pinggulku naik turun secara perlahan.

    “sshhh ahhh….” kembali aku merintih ketika dia mempercepat goyangan pinggulku naik turun.

    Dia mencium dengan mesra bibirku. permainan lidahnya pada rongga mulutku membuat aku semakin agresif berinisiatif untuk goyang naik turun sendiri, sehingga dia mempunyai kesempatan untuk meremas-remas tokedku dengan lembut dan sesekali-pilinnya putingku yang mengeras.

    setelah 10 menit gerakanku semakin liar karena aku dah mau nyampe lagi, ruar biasa deh si om. jepitan mekiku semakin kencang dan berdenyut denyut membuat dia juga mempercepat sodokan kontinya ke mekiku. kedutan di mekiku tambah kencang, ini membuat aku menjadi semakin liar. Kupeluk dia erat banget, rambutnya kujambak2 dan punggungnya kucakar2 saking nikmatnya.

    Baca Juga Cerita Sex Demi Proyek

    Dia makin gencar mengenjotkan kontinya kluar masuk dan akhirnya

    “sshhh…Karin ..keluaaarrrr…om”, jeritku. “Om juga….sa…sayang…uuuhhh ssshhhh” dan crot…croot….croootttt…terasa semburan maninya di memekku dengan kenikmatan yang tiada tara.

    untuk beberapa saat dan berangsur angsur kami mulai merasa lemas. Aku kecapaian bersandar ke badannya. kembali dia menciumku,

    “Makasi ya sayang, om blon pernah ngerasain nikmatnya maen ma abg kaya kamu gini. Meki kamu peret banget, kedutannya berasa banget deh. Kapan2 lagi yuk”. Aku cuma menggangguk dan senyum. Kami masi duduk berpangkuan, dia mengelus2 rambutku yang basah karena kringet dan aku nyender ke dadanya. Romantis banget deh, kaya suami istri ja.

    “Kita mandiyuk Karin, bis itu kita jalan, kan mo beliin pakean buat kamu. Besok kamu skolah ya”.
    “Enggak om, ada rapat guru”.
    “Ya udah, bis blanja en makan ketempat om yu, kamu nginep ja dirumah om”.
    “Mo ronde kedua ya om”.
    “Iyalah, mau kan”. Aku cuma menggangguk, demen banget deh disayang2 gitu, rasanya cowokku gak seromantis si om.
    Kebayang ntar malem dirumahnya, pasti aku dikerjain abis2an ma si om.-

  • Tetek Montok Cewek Sange

    Tetek Montok Cewek Sange


    861 views

    Tetek Montok Cewek Sange

    Seorang cewek cantik ini gemar sekali melakukan selfie, termasuk selfie dengan pose yang seksi ataupun bugil, foto dibawah ini di ambil saat dia sedang sange berat dan mengelus / mengocok memek dengan jari-jarinya lalu mengunggahnya di media sosial dan berharap ada cowok yang terangsang lalu menemaninya memuaskan nafsunya

    Tetek Montok Cewek Sange Tetek Montok Cewek Sange Tetek Montok Cewek Sange Tetek Montok Cewek Sange Tetek Montok Cewek Sange